RADARSEMARANG.ID, Batang - Di ketinggian sekitar 1.O00 meter di atas permukaan laut, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah berdiri sebuah kafe sederhana yang sedang ramai diperbincangkan warganet — Sidawung Koffie.
Tempat ini bukan sekadar warung kopi biasa. Di sini, pengunjung bisa menyeruput kopi hangat sembari menikmati pemandangan kabut yang menari di antara pepohonan hijau. Sensasinya bak “ngopi di surga awan”.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu menempuh sekitar 1 jam perjalanan dari pusat Kota Batang atau Pekalongan.
Jalur menuju Sidawung Koffie melewati Kecamatan Wonotunggal dengan tanjakan dan turunan curam, sehingga disarankan untuk berhati-hati, terutama bagi pengendara pemula.
"Kami buka setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB close oder," ucap salah satu pengelola.
Ditambahkan, pihaknya selain menyediakan area outdoor menghadap jurang, ruang semi-terbuka, dan spot foto alami berlatar pegunungan. Juga melengkapi area dengan Mushola, toilet dan ruangan khusus untuk acara.
"Harga menu kopi dan makanan ringannya disini terjangkau, sesuai dengan kantong wisatawan lokal, seperti kami," ucap Aleena pengunjung asal Batang.
Menariknya, sebagian infrastruktur di Sidawung Koffie menggunakan paving block berbahan FABA, yaitu limbah abu batu bara dari PLTU Batang. Inovasi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program lingkungan berkelanjutan.
Bagi yang ingin berkunjung ke lokasi ini, gunakan jaket atau sweater tebal, suhu bisa turun drastis di sore hari. Datang menjelang siang untuk menikmati panorama kabut dan cahaya matahari keemasan.
Siapkan kamera — setiap sudut layak diabadikan. Coba kopi asli biji Tombo, khas dan berkarakter kuat. Waspadai jalan menanjak, pastikan kendaraan dalam kondisi prima.
Di antara kesejukan pegunungan, aroma kopi yang pekat, dan kabut yang perlahan turun, Sidawung Koffie menghadirkan pengalaman ngopi yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menyegarkan jiwa.
Jika kamu mencari tempat tenang untuk melepaskan penat, di sinilah “awan” dan “kopi” berpadu sempurna.(han)
Editor : Baskoro Septiadi