RADARSEMARANG.ID - Kamu tahu kan, tren hidup sehat atau balik ke alam sepertinya lagi naik daun. Salah satunya ya yang namanya wisata petik buah.
Jujur aja, disini awalnya mikir, "Ngapain sih jauh-jauh petik buah? Di supermarket juga ada, tinggal ambil, beres”.
Tapi ternyata, ada sensasi beda gitu kalo kita ngambil langsung dari pohonnya. Kayak ada koneksi batin sama si buah. Atau mungkin sugesti aja biar terasa lebih enak. Entahlah.
Nah, di Salatiga, ada tempat yang namanya Noreenfarm. Tempat Ini bukan sembarang kebun. Ini kebun melon hidroponik.
Denger kata 'hidroponik' aja udah kedengeran canggih, kan? Kayak tanamannya hidup di air, nggak di tanah. Entah gimana mekanismenya, yang penting hasilnya keren.
Di sini, kamu bisa langsung milih sendiri melon impian. Ada dua jenis yang katanya premium, yakni Golden Kinanti sama Sweetnet.
Namanya aja udah kayak nama-nama orang kaya di novel-novel, ya kan? Golden Kinanti, Sweetnet... pasti melonnya juga punya privilege sendiri pas tumbuh.
Katanya sih teksturnya lembut banget dan manisnya nggak bohong. Jadi, nggak kayak manisnya senyuman orang yang minjem duit tapi nggak balikin. Melon Premium ini manisnya beneran.
Selain bisa buat gaya-gayaan foto sambil megang melon, Noreenfarm ini juga jadi semacam sekolah kilat pertanian modern. Jadi kamu bisa petik buah sambil belajar.
Lumayan lah, nambah fun fact buat kamu ceritain ke temen-temen pas lagi awkward silence di tongkrongan. "Eh, tahu nggak sih, melon hidroponik tuh...****" Hening. Semua main HP. Oke, lupakan.
Yang bikin salut, ini Noreenfarm ternyata dibangun sama Andi Fauzan. Dia ini katanya abdi negara.
Bayangin, orang yang hari-harinya ngurusin urusan negara (mungkin ngurusin proposal, rapat, atau bikin status WA galau di jam kerja, siapa tahu) tapi punya ide brilian manfaatin lahan kosong buat nanam melon pakai sistem canggih.
Awalnya cuma iseng, eh lama-lama jadi tempat wisata yang didatengin banyak orang. Gila sih. Visi jauh banget. Kamu aja manfaatin waktu luang buat nonton Netflix sampai mata perih. Bener gak sih? Hehee
Kata Pak Fauzan, dia pengen ngasih pengalaman beda. Iya sih, beda. Biasanya, tangan ini megang melon dingin di supermarket, tapi kali ini megang yang masih "hangat" dari pohonnya.
Ada sensasi kemenangan tersendiri pas berhasil mutusin hubungan si melon dari tangkainya. Jangan baper ya, itu cuma buah.
Dia (Pak Fauzan) juga cerita soal greenhouse atau rumah kaca. "Salatiga itu curah hujannya tinggi," katanya.
Nah, rumah kaca ini fungsinya kayak jas hujan raksasa buat lindungin melon-melon itu. Biar nggak kedinginan, nggak kena air hujan berlebihan, dan yang paling penting, biar aman dari serangan hama. Hama kan suka rese, sama kayak netizen.
Keberhasilan Noreenfarm ini ternyata juga dilirik sama petinggi lho. Ada Ibu Wakil Wali Kota Salatiga, Ibu Nina Agustin, yang dateng dan bilang ini inspirasi. Katanya, ini contoh gimana pertanian modern bisa jadi wisata dan punya nilai ekonomi tinggi. Mantap deh!
Nah, buat kamu yang udah nggak sabar pengen nyobain jadi "petani sehari" versi nyaman, lokasinya ada di Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Tinggal nyari di Google Maps, semoga sinyalnya kuat, nggak putus di jalan kayak hubungan asmara.
Harganya? Selama masa promosi nih, petik melonnya cuma Rp 25 ribu per kilogram. Lumayan lah ya, dapet pengalaman, dapet foto, dapet melon premium.
Dan Pak Fauzan bilang, setiap buah yang lo petik itu udah diseleksi ketat. Jadi nggak sembarangan melon yang boleh digantung di situ. Ada semacam audisi melon gitu lah. Yang jelek, yang hambar, auto nggak lolos.
Jadi, kalo kamu lagi di Salatiga, atau lagi random pengen cari kegiatan seru yang nggak gitu-gitu aja atau nggak bikin dompet jebol banget, Noreenfarm bisa jadi pilihan.
Petik melon, belajar bertani, terus pulang bawa buah manis yang mungkin semanis harapan kamu di masa depan. Atau paling nggak, lebih manis dari kopi pait yang kamu minum tadi pagi.
Editor : Baskoro Septiadi