RADARSEMARANG.ID - Dalam karya terbaru dari Allfy Rev yang berjudul The Guardian of Nusantara yang nantinya juga akan ada Once Mekel yang menjadi vokalisnya mengambil tempat disebuah candi yang ada di Karanganyar.
Yakni Candi Sukuh yang berada di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Alffy menyebutkan dalam salah satu postingan Instagramnya bahwa ia bersama tim sudah melalui banyak riset dan berdiskusi dengan sejarawan. Dimana mereka memiliki persepsi yang sama bahwa Candi Sukuh itu sangat berbeda.
Setelah berdiskusi cukup panjang dan melalui riset yang juga cukup panjang. Akhirnya Allfy Rev bersama timnya mengunci sebuah konsep untuk dijadikan karya terbarunya.
Dimana ketika di gerbang pertama ia menemui satu sosok garuda yang mencengkram ular. Sosok tersebut langsung mengingatkannya pada Garuda Pancasila.
Candi Sukuh sendiri merupakan candi yang bercorak Hindu, dimana peninggalan dari era akhir dari Kerajaan Majapahit.
Lokasi dari candi ini berada di lereng Gunung Lawu tepatnya di sisi barat. Dari candi ini juga terlihat beberapa gunung seperti Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi.
Dilansir dari website https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/,Candi Sukuh didirikan pada abad 15 M pada masa pemerintahan Ratu Suhita.
Selain itu candi yang satu ini beraliran Tantrayana, dimana aliran ini berkembang dan tercatat pada tulisan di India, Tibet, dan China.
Tantrayana sendiri sering dikaitkan dengan pengalaman seksual, sehingga beberapa relief maupun arca yang terdapat pada Candi Sukuh terlihat vulgar.
Kompleks Candi Sukuh ini menghadap ke barat dengan susunan halaman yang terdiri dari tiga teras yang berundak.
Relief yang terdapat pada Candi Sukuh juga melambangkan ketiga dunia, relief Bima Suci yang melambangkan dunia bawah, relief Ramayana, Garudeya dan Sudhamala yang melambangkan dunia tengah, dan relief Swargarohanaparwa yang melambangkan dunia atas. Penggambaran dari relief-relief tersebut merupakan tahapan yang harus dilalui manusia untuk mencapai nirwana.
Candi Sukuh juga memiliki tatanan yang tidak bisa dijumpai pada candi lainnya. Dimana candi ini memiliki tiga tatanan linear yang terbagi atas tiga halaman yang memiliki sumbu imajiner mengarah pada Gunung Lawu.
Orientasi Candi Sukuh menghadap kea rah barat yang merupakan manifestasi dari arah kematian. Sementara halamannya meninggi kearah timur, berorientasi pada matahari terbit. Sumbu barat-timur ini merupakan warisan zaman Hindu-Jawa.
Pada tahun 1815, candi Sukuh ditemukan kembali oleh Residen Surakarta, Johnson yang bertugas selama era pemerintahan Thomas Stamford Raffles. Dimana dalam penemuannya, Candi Sukuh dalam kondisi rusak.
Kemudian Candi Sukuh diteliti oleh sejumlah arkeolog darii Belanda, termasuk N.W. Hoepermans. Hasil kajiannya tersebut termuat dalam buku terbitan tahun 1913, Hindoe-oudheden van Java 1864-1867.
Hingga sekarang Candi Sukuh menjadi salah satu objek wisata budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar. Selain itu di area candi juga terdapat beberapa fasilitas untuk wisatawan seperti pendopo, pusat oleh-oleh, mushola, dan lainnya. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi