RADARSEMARANG.ID - Bledug Kuwu merupakan salah satu destinasi wisata alam berupa hamparan kawah lumpur seluas 45 hektar yang akan mengeluarkan letupan lumpur secara terus menerus.
Letupan lumpur yang terjadi biasanya memiliki ketinggian yang cukup besar, yakni berkisar 3 – 10 meter dan kemudian disusul dengan munculnya kepulan asap putih dari dalam tanah.
Fenomena tersebut akan terjadi terus menerus dalam jangka waktu 2 sampai 5 menit di setiap letupannya.
Suara letupan yang dihasilkan menyerupai suara dentuman meriam, keras dan nyaring. Menurut masyarakat setempat, fenomena Bledug Kuwu sudah terjadi sejak masa lampau.
Menurut legenda yang beredar di tengah masyarakat, asal mula munculnya Bledug Kuwu terjadi ketika zaman pemerintahan Aji Saka di Kerajaan Medhang Kamulan.
Suatu ketika, seekor ular naga yang bernama Jaka Linglung datang ke Medhang Kamulan dan mengaku bahwa dirinya merupakan anak Aji Saka.
Melihat sosok ular naga tersebut, Aji Saka tidak mau menerima Jaka Linglung sebagai anaknya.
Ia meminta Jaka Linglung untuk pergi ke laut selatan dan mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang berwujud buaya putih.
Ketika Jaka Linglung telah berhasil menang, ia harus melewati perut bumi jika hendak kembali ke Medhang Kamulan.
Jaka Linglung berhasil melaksanakan perintah tersebut dan hendak kembali melalui perut bumi.
Kemudian, ia sempat beristirahat dan muncul ke permukaan di daerah kuwu sehingga memunculkan kawah lumpur yang besar.
Dari perjalanan tersebut, masyarakat setempat percaya bahwa terdapat lubang besar di bawah tanah yang menghubungkan Bledug Kuwu dengan laut selatan sehingga sering terjadi letupan lumpur.
Selain dari cerita legenda, tentunya fenomena letupan lumpur di Bledug Kuwu memiliki penjelasan secara ilmiah.
Kawah lumpur yang terdapat di Bledug Kuwu disebabkan oleh rekahan dan tekanan dari dalam bumi yang menyebabkan lumpur, air, gas, dan mineral muncul ke permukaan. Letupan yang terjadi disebabkan oleh aktivitas pelepasan gas dari dalam perut bumi.
Air yang keluar dari letupan lumpur tersebut, mengandung kandungan garam di dalamnya.
Masyarakat setempat memanfaatkan hal tersebut untuk menghasilkan garam yang kemudian akan dipasarkan ke luar kota.
Fenomena alam yang unik ini tidak boleh terlewatkan ketika berkunjung ke Kabupaten Grobogan.
Meski masih dalam tahap pengembangan, keunikan dari objek wisata ini akan sulit untuk ditemukan di tempat lain.
Tiket masuk yang ditawarkan juga murah, yakni sebesar Rp10.000 per orang dengan tambahan tiket parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Lokasi objek wisata Bledug Kuwu terletak di Jl. Wirosari-Kuwu, Area Sawah, Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, kurang lebih 29 km ke arah timur dari pusat Purwodadi. (mg2/bas)
Editor : Baskoro Septiadi