RADARSEMARANG.ID - Ratusan wisatawan tampak memadati kawasan Kota Lama Semarang.
Mereka melakukan berbagai cara untuk mengabadikan momen bersama orang terdekat.
Berbagai spot foto seperti Spiegel, Gedung Marba, Gereja Blenduk, Taman Srigunting, spot akar dan lainnya.
Pengunjung bisa menyewa kostum pakaian adat Jawa.
Ada juga para fotografer yang mengarahkan angle secara sukarela dengan properti gambar menarik.
Seperti becak, sepeda, motor tua dan lainnya.
Selain itu, ada video booth 360 derajat di area taman Srigunting.
Foto busana Adat Jawa dapat dijumpai di dekat Gedung Marba dan Distrik 22.
Para pengunjung dapat menyewa pakaian adat Jawa untuk mengabadikan momen.
Penanggungjawab Foto Busana Adat, Talitha Elvina Fitriani, menjelaskan ada dua pilihan yang didapatkan pengunjung.
Yakni foto adat busana Jawa dan street foto.
"Ada enam fotografer untuk adat," katanya.
Penyewaan busana adat Jawa ada dua cabang di Kota Semarang. Yakni di belakang Marba, tepatnya di Warmindo Kotlam dan Distrik 22.
Penyewaan busana adat Jawa harganya Rp 25 ribu busananya terbatas.
Sementara di Warmindo Kotlam harganya Rp 50 ribu bisa memilih busana, seperti beludru hitam, dan beludru merah.
"Kalau Rp 50 ribu termasuk semua busana, sepatu dan aksesoris, belum termasuk hijab dan manset. Kalau Rp 25 ribu di Distrik 22 hanya dapat sewa baju dan rok, termasuk bludru, belum termasuk sepatu, hijab mindset dan aksesoris," tambahnya.
Salah satu penyewa asal Tasikmalaya yang tak mau disebut namanya sangat senang mengenakan Bludru.
Ia bersama calon istrinya ingin berfoto di Kota Lama untuk prewedding.
"Saya disini mengantre dari Jam 1, mau fotonya jam 3. Hasilnya memuaskan, harganya juga miring," jelasnya.
Sementara itu, di area Taman Srigunting, ada beberapa fotografer yang menawarkan jasa memotret menggunakan ponsel.
Salah satunya Rizki Riyadi, yang menjaga properti foto dan jasa foto keliling.
"Sudah lima tahun saya melakukan jasa foto keliling," katanya.
Foto menggunakan handphone miliknya maupun milik pengunjung dengan sukarela. "Kalau tidak ada ya, pulang tidak membawa uang," akunya. (fgr/fth)
Editor : Agus AP