RADARSEMARANG.ID, REPUBLIK Islam Iran punya sejarah yang kaya. Sebagai negara dengan sejarah panjang, Iran punya pengaruh yang besar bagi kawasan Timur Tengah.
Negara ini punya pengaruh kebudayaan Persia yang sangat kental dengan syariat Islam untuk menggerakkan roda pemerintahannya.
Karena beberapa konflik, Iran kerap kali masuk dalam daftar hitam destinasi wisata luar negeri negara-negara Barat.
Padahal, Iran punya beberapa destinasi wisata perkotaan unggulan yang seluruhnya memiliki identitas dan keunikan tersendiri dari tempat lain di seluruh dunia.
Mulai dari wisata religi, budaya, hingga alam, semuanya tersebar secara merata di kota-kota Iran. Nah, bagi kamu yang tertarik untuk mengunjungi negara ini, berikut daftar destinasi wisata kota unggulan yang bisa disambangi ketika mengunjungi Iran.
Berikut tempat bersejarah Iran yang masih bertahan sampai sekarang. Perang dan gejolak politik tidak membuat tempat ini hilang :
1. Makam Khores Agung
Makam Khores Agung (Tomb of Cyrus) merupakan tempat bersejarah Koresh Agung dimakamkan, dia merupakan pendiri Kekaisaran Achaemenid kuno.
Mosuleoum ini terletak di Pasargadae, sebuah kawasan situs arkeologi di Provinsi Fars, Iran.
Makam ini pertama kali diidentifikasi sebagai makam Koresh di zaman modern oleh James Justinian Morier, ia membandingkan monumen itu dengan yang dijelaskan dalam karya tulis sejarawan asal Yunani, Arrian.
2. Istana Niavaran Reza Pahlevi
Ini adalah taman yang sangat indah dengan bangunan manis yang merupakan rumah bagi raja Mohammad Reza Shah Pahlevi dan keluarganya. Sebenarnya Anda tidak bisa menamakannya istana, hanya sebuah rumah karena raja dan keluarga tidak ingin membuang uang rakyat untuk diri mereka sendiri.
Kompleks Istana Niavaran adalah kompleks istana bersejarah yang terletak di Shemiran, Republik Islam Iran.
Kompleks ini terdiri dari beberapa bangunan istana dan monumen yang berasal dari era Dinasti Qajar dan Pahlevi.
3. Mausoleum Ibnu Sina
Mausoleum Ibnu Sina adalah sebuah kompleks yang terletak di Alun-alun Ibnu Sina, Hamadan, Iran.
Didedikasikan bagi polimatik Iran Ibnu Sina, tempat bersejarah ini mencakup sebuah perpustakaan, museum kecil, dan menara berbentuk pasak yang terinspirasi oleh Menara Kavus zaman Ziyariyah.
Bangunan ini dirancang oleh Hooshang Seyhoun, mausoleum ini dibangun pada tahun 1952, menggantikan bangunan lama yang didedikasikan bagi Ibnu Sina yang hancur pada tahun 1950.
Pemerintahan Pahlevi telah berencana untuk membangun mausoleum ini setidaknya sejak tahun 1939.
Mausoleum ini akhirnya diresmikan dalam sebuah upacara akbar pada Mei 1954, dan jalan yang membujur di depannya juga diganti namanya untuk menghormati Ibnu Sina.
Karena monumen ini merupakan sebuah elemen pusat dari penyebaran nasionalisme Iran oleh pemerintahan Pahlevi.
Akibatnya ia dalam bahaya perusakan, tetapi karena Khomeini sendiri adalah seorang pengagum Ibnu Sina, alun-alun tersebut tidak diganti namanya setelah Revolusi 1979.
Itulah tempat bersejarah di Iran yang biasanya menjadi tujuan wisatawan.
Editor : Tasropi