RADARSEMARANG.ID - Museum Pusat TNI Angkatan Laut (AL) di Surabaya dikabarkan telah menerapkan teknologi AI atau kecerdasan buatan 4.0.
Penerapan teknologi AI di Museum Pusat TNI-AL ini memungkinkan sistem pengelolaannya dapat dilakukan secara remote. Artinya tanpa harus berada di tempat secara fisik.
Dengan mengadopsi konsep museum pintar yang menggunakan teknologi AI 4.0, museum ini berhasil mengubah paradigma negatif sebelumnya yang dianggap 'kuno'.
Museum Pusat TNI-AL menyajikan sejarah maritim Indonesia untuk pengalaman pengunjung yang lebih menarik dengan teknologi AI.
Letaknya berada di Kompleks Akademi TNI-Angkatan Laut (AAL) Bumimoro Krembangan, Surabaya, dengan slogan Jalesveva Jayamahe.
Museum ini menawarkan tiga ruang pamer utama, yang terdiri atas gedung heritage dan hanggar, gedung teater dan gedung replika KRI RE Martadinata.
Di ruang pamer tersebut terdapat salah satu koleksi utama museum. Yaitu pesawat gannet yang digunakan saat Operasi Trikora dan Dwikora pada 1960-an.
Keunikan Museum TNI-AL Jalesveva Jayamahe terletak pada penerapan dalam penggunaan teknologi AI yang inovatif.
Pengunjung museum akan disajikan informasi secara interaktif untuk dapat menciptakan pengalaman eksplorasi yang modern dan futuristik.
Semua perangkat elektronik, multimedia, tata cahaya, dan pengaturan daya listrik terhubung satu sama lain dan dapat diatur secara otomatis.
Salah satu keunggulan lain dari museum ini adalah penggunaan ratusan sensor interaktif, perangkat layar sentuh, dan proyeksi dengan tingkat lumens tinggi.
Museum Pusat TNI-AL Surabaya juga memiliki sebuah wahana khusus bernama Theater 5D Immersive.
Wahana tersebut dapat memberikan pengalaman dan sensasi pengunjung seperti berada dalam pertempuran di Laut Arafuru.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyampaikan “Museum Pusat TNI-AL diharapkan jadi warisan berharga untuk generasi penerus TNI-AL dan bangsa Indonesia untuk membentuk mindset dan karakter maritim menuju Jalesveva Jayamahe”.
Museum TNI AL Jalesveva Jayamahe buka setiap hari Selasa sampai Minggu, dari pukul 09.00 WIB sampai 17.00 WIB. Hari Senin tutup.
Tiket masuk museum ini berkisar mulai dari Rp 15.000 per orang seperti yang dikutip dari laman tni.mil.id melalui Indonesia.go.id.
Editor : Baskoro Septiadi