RADARSEMARANG.ID - Stasiun Bedono merupakan salah satu tempat yang menyimpan banyak sejarah di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Bangunan Stasiun Bedono masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini, meski dikabarkan telah berusia satu abad lebih.
Namun demikian, Stasiun Bedono sudah tidak difungsikan kembali walaupun menyimpan cerita sejarah panjang didalamnya.
Berdasarkan sejarahnya, Stasiun Bedono dibangun pada 1873 sebagai bagian dari jalur kereta api Secang-Kedungjati.
Saat itu, jalur tersebut menghubungkan wilayah strategis militer Hindia Belanda di Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa.
Stasiun Bedono memiliki arsitektur khas Belanda yang masih terawat dengan baik, dengan bangunan utama yang dikabarkan terbuat dari batu bata merah.
Keunikan Stasiun Bedono terletak pada ketinggiannya yang diketahui mencapai 711 mdpl di atas permukaan laut.
Hal ini menjadikannya stasiun kereta api tertinggi di Jawa Tengah dan stasiun tertinggi ke-2 di Indonesia setelah stasiun Nagrek yang memiliki ketinggian 848 mdpl.
Untuk mencapai ketinggian tersebut, kereta api yang menuju Stasiun Bedono harus melewati rel bergerigi agar dapat melaju dengan aman di tanjakan curam.
Letak stasiun Bedono diketahui berada di jalur selatan, sehingga stasiun ini berada di Daerah Operasi IV Semarang.
Namun begitu, Stasiun Bedono dikabarkan sudah tidak melayani perjalanan kereta api secara reguler sejak 1978.
Meski demikian, stasiun ini masih dihidupkan kembali untuk melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono yang ditarik oleh lokomotif uap kuno.
Kereta wisata tersebut menawarkan perjalanan yang penuh nostalgia dan pemandangan alam yang luar biasa indah di Kabupaten Semarang.
Walaupun sudah berusia lebih dari 100 tahun namun secara fisik bangunan tersebut diketahui masih kokoh.
“Bisa jadi sewaktu stasiun Bedono ini dibangun pelaksanaanya bebas dari mark up harga dan korupsi. Hehe,” tulis netizen Instagram @enthunkk.
Editor : Baskoro Septiadi