RADARSEMARANG.ID - Pulau Nusakambangan, yang terletak di lepas pantai selatan Jawa, mungkin lebih dikenal sebagai lokasi penjara yang terkenal di Indonesia.
Nusakambangan dapat dibandingkan dengan Alcatraz, penjara terkenal di lepas pantai San Francisco, Amerika Serikat.
Seperti Alcatraz, Nusakambangan memiliki reputasi sebagai penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di Indonesia.
Meskipun reputasinya sebagai "Pulau Penjara," Nusakambangan sebenarnya memiliki keindahan alam yang sayangnya seringkali terlupakan.
Pulau ini dapat diakses dari Pelabuhan Wijayapura Cilacap menuju Pelabuhan Sodong Nusakambangan dengan menggunakan kapal ferry.
Selain itu, wisatawan juga bisa menyeberang dari Pantai Teluk Penyu dengan menaiki perahu nelayan yang biasa disewakan.
Wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi menarik yang ada di pulau penjara ini dan kebanyakan merupakan wisata pantai yang menawarkan keindahan.
Pertama ada Pantai Permisan dikenal juga sebagai Pantai Komando adalah pantai di Pulau Nusakambangan yang menghadap ke Samudra Hindia.
di pantai ini terdapat sebuah bukit batu karang dengan sebuah monumen pisau komando raksasa yang menghujam tepat di atasnya.
Hal ini juga menjadi penanda karena Pantai Permisan kerap digunakan sebagai tempat berlatih para prajurit TNI.
Hanya 15 menit menyeberang dari Pantai Teluk Penyu, wisatawan bisa sedikit berjalan untuk menuju Pantai Pasir Putih.
Pantai landai dengan ombak yang tidak terlalu besar ini memiliki pemandangan memesona ke Segara Anak, Teluk Penyu serta Samudera Hindia.
Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan lalu lalang kapal yang akan berlabuh atau hendak berangkat dari Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
Pantai Rancababakan juga menjadi salah satu pantai di Pulau Nusakambangan dengan pemandangan yang indah.
Tak hanya keindahan pantainya, perjalanan menuju Pantai Rancababakan juga tidak kalah memesona.
Menyusuri Segara Anakan, wisatawan bisa menikmati pemandangan hutan mangrove di kiri dan kanan.
Pulau ini adalah permata yang tersembunyi, menanti untuk diungkapkan dan dinikmati oleh para wisatawan yang mencari pengalaman yang mendalam dan bermakna.
Editor : Baskoro Septiadi