RADARSEMARANG.ID - Dieng merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki banyak daya tarik, baik alam maupun budayanya.
Di antara destinasi wisata lainnya di daerah Dieng, Kawah Sikidang menjadi tempat yang menonjol dengan fenomena keunikan dan keajaiban alam.
Diketahui, Kawah Sikidang merupakan salah satu kawah vulkanik aktif di Dieng, yang terbentuk dari letusan gunung berapi pada masa lalu.
Diketahui, Kawah Sikidang memiliki suhu permukaan sekitar 80-90 derajat Celsius dengan pemandangan indah bernuansa alam yang sejuk dan eksotis.
Menariknya, pengunjung Kawah Sikidang dapat melihat fenomena kolam kawahnya yang dikabarkan bisa berpindah atau melompat seperti seekor kijang (Bahasa Jawa = Kidang).
Selain itu, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat cerita legenda yang terjadi di Kawah Sikidang Dieng.
Legenda tersebut bercerita tentang perjodohan Ratu Sinta Dewi dan Pangeran Kidang Garungan, yang merupakan salah satu warisan budaya Jawa Tengah.
Daya tarik wisata Kawah Sikidang lainnya adalah fenomena alam pada air tanah, yang dikabarkan dapat berubah menjadi panas atau dingin berdasarkan kondisi cuaca.
Pengunjung juga bisa mencoba menikmati aktivitas seperti memancing ikan air panas atau air dingin dengan menggunakan alat-alat tertentu.
Sementara itu, fasilitas wisata Kawah Sikidang terdapat tempat duduk, kamar mandi, spot foto, gazebo, taman yang cantik, jalur pejalan kaki yang nyaman serta area parkir yang luas.
Selain itu, pengunjung juga bisa menginap dekat Kawah Sikidang dengan travel akomodasi bintang 1 dan 2 yang tersedia di sekitarnya.
Lokasi Kawah Sikidang berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Akses perjalanan menuju ke sana dapat menggunakan kendaraan pribadi atau bus dari pusat kota Wonosobo atau Alun-Alun Banjarnegara.
Destinasi wisata Kawah Sikidang dikabarkan dibuka setiap hari 9Senin-Minggu) mulai dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Sedangkan tiket masuk Kawah Sikidang sebesar Rp. 20.000, dan sudah termasuk untuk memasuki kawasan wisata Candi Arjuna.
Editor : Baskoro Septiadi