RADARSEMARANG.ID - Ada tempat ngopi yang asyik dan unik di salah satu sudut Kota Semarang. Meski berlabel coffee shop, namun tempat nongkrong yang satu ini jauh dari kata modern. Bahkan lokasinya berada di antara toko-toko buku bekas.
Eits, tapi jangan salah. Meski tempatnya sederhana, namun tempat yang satu ini kerap diburu para pecinta kopi dan nongki (nongkrong). Nama tempatnya Merekah.
Lokasinya di area sentra buku bekas Stadion Diponegoro. Bangunannya kecil. Meski begitu konsepnya cukup unik dan estetik. Bisa dibilang mengadopsi coffee shop jadul di negara Thailand dan Vietnam.
Baca Juga: Wedangan Sego Sambel Kebon Gedhang Semarang Menawarkan Nuansa Pedesaan dengan Interior Jadul
Terdapat hiasan seperti buku, patung, dan kaset pita. Semua itu tersusun rapi di sebuah ruangan yang tak cukup luas.
Merekah memiliki menu andalan seperti kopi butter, es binar, es marble dan roti panggang yang cocok menjadi teman nongkrong. Pengunjung bisa menikmati menu sembari melihat buku-buku yang ada di kawasan tersebut.
Ya, itulah tujuan dari sang owner Toko Merekah, Anita Dwi. Dia ingin menyuguhkan tempat nongkrong estetik dan meramaikan kembali sentra buku bekas yang mulai sepi. Anita melihat minat masyarakat dalam membeli buku di kawasan tersebut sudah berkurang.
"Minat pembeli untuk beli buku sudah berkurang, jadinya yang dateng ke Toko Merekah sekalian bisa beli buku," jelas Anita.
Baca Juga: Usung Konsep Vintage, Nongkrong Sambil Bernostalgia di Angkringart Kendal
Menu di sini terbilang murah. Range harganya mulai Rp 8 ribu hingga Rp 22 ribu. Operasionalnya Selasa-Minggu. Mulai jam 15.30 hingga 22.00.
"Sebetulnya pingin ada tempat nongkrong yang estetik dan dapat dijangkau oleh semua kalangan di Kota Semarang," tutur Anita.
Bisa dibilang Merekah menjadi tempat nongkrong asyik di tengah sentra literasi alias sentra buku-buku bekas. (mg20/mg21/zal)
Editor : Baskoro Septiadi