Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengenal Sejarah Selat Muria yang Pernah Memisahkan Wilayah Kudus dan Jepara dari Daratan Pulau Jawa

Muchammad Nachirul Ichsan • Kamis, 30 November 2023 | 20:57 WIB
Selat Muria Pernah Memisahkan Pulau Jawa dan Gunung Muria
Selat Muria Pernah Memisahkan Pulau Jawa dan Gunung Muria

RADARSEMARANG.ID - Ternyata wilayah Gunung Muria, Kudus, Jepara, dan sekitarnya pernah terpisah dari Pulau Jawa pada masa lampau.

Hal tersebut terjadi karena wilayah tersebut dipisahkan oleh perairan yang dikenal sebagai Selat Muria.

Selat Muria adalah sebuah selat yang dahulu pernah ada dan menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Muria yang sekarang menjadi kawasan Gunung Muria.

Selat ini pernah menjadi kawasan perdagangan yang ramai, dengan kota-kota dagang seperti Demak, Jepara, Pati, dan Juwana.

Sebelum abad ke-17, Selat Muria menjadi jalur transportasi dan perdagangan yang ramai dilalui.

Dalam catatan China, Pulau Muria sudah menjadi kerajaan besar saat Kartikeya Singha memimpin Kalingga. Lalu lintas ekonomi dan politik berada di Selat Muria.

Bukti dari sisa-sisa peninggalan Selat Muria masih ada hingga kini. Salah satunya penemuan fosil hewan laut di Situs Purbakala Patiayam, Kudus.

Pada sekitar 1657, endapan-endapan sungai yang bermuara di selat ini terbawa ke laut sehingga selat ini semakin lama semakin dangkal dan menghilang.

Pada abad IX, wilayah daratan Kudus mulai terbentuk, bersamaan mulai berkembangnya kerajaan Mataram kuno.

Sedimentasi berlangsung terus menerus di pulau Jawa melalui pendangkalan sungai-sungai yang mengalir ke arah selat yang menghubungkan kedua pulau itu.

Dengan kecepatan sedimentasi 30 meter pertahun, lama kelamaan selat tertutup dan kemudian menjadi daratan sebagai hasil proses sedimentasi sehingga Pulau Muria bergabung dengan Pulau Jawa.

Sisa dari Selat Muria dapat dilihat dengan sebuah sungai yang disebut Kalilondo yang membentang dari Juwana di sebelah timur hingga ke Ketanjung di sebelah barat.

Beberapa sungai juga terbentuk dari bekas Selat Muria seperti Sungai Silugunggo yang melintasi wilayah Kabupaten Pati.

Di kawasan ini pula sering terjadi penemuan reruntuhan perahu, kapal, dan meriam yang menjadi bukti adanya selat di kawasan ini.

Selain itu kawasan yang dulunya adalah Selat Muria ini sering dilanda banjir saat musim penghujan. (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#jepara #Selat Muria #laut jawa #Gunung Muria #kudus