Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Desa Wisata Kajongan, Melihat Kearifan Lokal Perahu Penyeberangan Tradisional Ditengah Modernisasi Kota Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Kamis, 30 November 2023 | 01:17 WIB
Perahu Penyeberangan Tradisional di Dukuh Kajongan, Kota Tegal
Perahu Penyeberangan Tradisional di Dukuh Kajongan, Kota Tegal

RADARSEMARANG.ID - Dukuh Kajongan di Kelurahan Muarareja, Kota Tegal, menyimpan sebuah kearifan lokal ditengah modernisasi Kota Tegal.

Daerah yang juga disebut sebagai Desa Wisata Kajongan dikenal karena wisata edukasinya yakni pengenalan mangrove dan budidaya ikan serta kerajinan dari hasil laut.

Desa diperbatasan Kota Tegal dan Kabupaten Brebes ini terdapat penyeberangan tradisional yang memanfaatkan perahu.

Masyarakat memanfaatkan perahu sebagai penghubung Dukuh Kajongan di Kota Tegal dengan Dukuh Randusanga di Kabupaten Brebes.

Penyebrangan tradisional ini menyeberangi Sungai Kaligangsa yang menjadi pemisah kedua wilayah tersebut.

Perahu penyeberangan dapat mengangkut sepeda, motor, maupun gerobak beserta orang yang membawanya. Sekali angkut bisa membawa lima sampai sebelas unit motor.

Perahu dioperasikan dengan cara menggunakan bambu panjang sebagai dayung untuk menggerakan perahu melintasi sungai dan memarkirkan perahu di dermaga kecil untuk keluar masuk penumpang dan kendaraan.

Sekali jalannya penumpang cukup membayar Rp.2000 untuk bisa menyeberang ke dukuh sebelah.

Banyak warga yang memanfaatkannya untuk berpindah antar desa karena dinilai bisa memangkas waktu lebih cepat meskipun sekarang sudah ada jembatan jalan lingkar utara yang tidak jauh dari sisi selatan Dukuh Kajongan maupun jalur pantura.

Kebanyakan warga yang memanfaatkan penyeberangan adalah warga yang akan berdagang hasil laut maupun sembako, selain itu banyak dimanfaatkan oleh para pemancing karena wilayah tersebut terdapat banyak spot pemancingan.

Hingga saat ini fasilitas penyebrangan ini dikelola oleh warga dikedua desa yaitu Kajongan dan Randusanga.

Sesuai kesepakatan masing-masing wilayah mendapat giliran dua minggu sekali dan dikelola lima orang. Dua minggu untuk warga Muarareja dan dua minggu berikut untuk warga Randusanga.

Meskipun digempur pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang masif, namun perahu penyeberangan di Dukuh Kajongan ini tetap bertahan melayani para pengguna setianya.

Sudah seharusnya kearifan lokal ini tetap dilestarikan sebagai sarana transportasi alternatif maupun destinasi wisata yang menjadi daya tarik di wilayah Kota Tegal.

Editor : Agus AP
#Dukuh Kajongan #Kearifan Lokal #Kota Tegal #perahu penyeberangan #Kelurahan Muarareja