RADARSEMARANG.ID - Ingin nongkrong asyik sambil bernostalgia? Angkringart di Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Kendal, bisa menjadi pilihan.
Mengusung konsep home cafe, co working, dan art space, kafe ini menjadi usaha rumahan yang bisa juga menjadi tempat kerja dan mengenalkan studio arsitektur. Karena suka dengan karya seni, sang pemilik kafe turut menjadikan tempat ini menjadi wadah kesenian.
Selain itu, pengunjung akan dimanjakan dengan gaya khas Jawa. Bahkan, pengunjung bisa menikmati karya desain arsitektur sang pemilik kafe.
Baca Juga: Usung Konsep Jawa, Angkringan Cendol Wulu Semarang Tawarkan View Pemandangan Alam
Saat masuk ke lokasi, pengunjung disambut berbagai tanaman rimbun dan payung di sisi kanan kiri pintu masuk.
Kemudian, ada berbagai desain arsitektur sang pemilik kafe yang disuguhkan di jendela-jendela kafe. Selain itu, terdapat koleksi pintu-pintu jadul di atap kafe.
Ketika berkunjung ke ruang utama, pengunjung disambut berbagai pernak-pernik zaman dulu. Seperti botol wine, radio usang, televisi, hingga ponsel keluaran tahun 2000-an. Tempat ini instagramable dan cocok untuk pengunjung yang hobi berfoto.
Berada di pelosok desa, homecafe Angkringart ini menjadi hidden gem yang harus ditemukan pengunjung.
Baca Juga: Melahap Semangkuk Soto Ayam 69 Mbah Mul Magelang, Kuah Segar Tambah Irisan Tahu Bacem
"Ini home kafe, terinspirasi dari profesi saya sebagai arsitek. Kalau dekorasinya ini vintage, cuma campuran aja yang dikoleksi sejak zaman kuliah dulu. Dan dulu saya seneng barang-barang kuno," ungkap Setiawan, pemilik kafe.
Dibuka sejak April 2023, kafe ini cukup ramai pengunjung. Menu yang ditawarkan masih sederhana.
Bahkan, lebih banyak menu rempah-rempah dan kopi. Selain itu, ada nasi telang yang menjadi ciri khas kafe ini.
"Sasarannya memang anak muda. Tujuan utama sih memfasilitasi pengunjung saat melihat karya arsitektur saya. Lalu sekalian buat tempat nongkrong," jelasnya.
Baca Juga: Usung Konsep Vintage Industrial, Pertahankan Bangunan Khas Belanda
Setiawan melanjutkan, selama ini home kafe miliknya hanya dikelola bersama sang istri. Buka mulai jam 16.00-23.00 WIB, kafe ini selalu menjadi incaran muda-mudi.
"Paling ramai memang weekend. Sementara ini ngandelin media sosial untuk promosi," katanya. (dev/ton)
Editor : Baskoro Septiadi