RADARSEMARANG.ID – Tak lama lagi, jembatan kaca di kawasan Gunung Bromo bakal dioperasikan.
Jika tak ada perubahan, wahana anyar yang berada di Seruni Point itu dibuka akhir bulan ini.
Persiapan pembukaan jembatan kaca Bromo bisa dikatakan berada di situasi yang kurang pas.
Baca Juga: Begini Respon Mall Paragon Semarang Usai Insiden Mobil Brio Pameran Tabrak Pengunjung
Yakni, di tengah-tengah kekhawatiran publik akibat insiden pecahnya jembatan kaca di Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Namun, pelaksana proyek maupun pemprov memastikan bahwa keamanan jembatan kaca Bromo terjamin.
Sebab, pascainsiden tersebut, sejumlah evaluasi sudah dilakukan.
”Masalah keamanan jembatan kaca Bromo sudah dibahas sejak tahap perencanaan. Kami menggandeng Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR,” ujar Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali Ayu Pertimasari.
Konstruksi jembatan juga benar-benar diperhatikan. Kaca yang dipakai setebal 25,52 mm. Bobot satu segmennya mencapai 180 kilogram.
Kaca pengaman yang dipakai merupakan kaca berlapis atau laminated glass.
Setelah jembatan rampung, serangkaian uji coba juga dilakukan untuk menguji kekuatan kaca. Beban yang dipasang mencapai 6.290 kilogram.
”Jadi, dari sisi keamanan sangat terjamin,” katanya.
Meski demikian, insiden pecahnya jembatan kaca di Banyumas tetap jadi bahan evaluasi.
Nanti ada sejumlah pembatasan yang diterapkan saat jembatan kaca Bromo beroperasi.
Hal senada diungkapkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dia memastikan jembatan kaca Bromo sangat aman.
”Jika tak ada kendala, sarana wisata itu akan diresmikan akhir bulan ini oleh Bapak Presiden (Joko Widodo, Red),” katanya. (jpk)
Editor : Agus AP