Konon, air terjun ini digunakan untuk mandi dan membersihkan diri usai perang oleh tentara Belanda.
Air terjun yang berada di Desa Telogorejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang ini dipercaya sebagai salah satu dari 9 air mata suci untuk pengobatan. Tempat ini juga sering dijadikan untuk bertapa.
Legenda Jaka Tarub dan Nawangwulan diyakini berasal dari air terjun ini. Sebagai tempat wisata, air terjun Sekar Langit sangat eksotis, berada di lereng Gunung Telomoyo. Namun di balik keindahan itu beradar cerita mistis.
Menurut Yitno, 52, pengelola air terjun Sekar Langit, banyak yang mengalami kesurupan dan kejadian di luar nalar.
“Dari pintu awal masuk hingga air terjun ada yang ‘menjaga’ semua. Bahkan ada yang baru masuk waktu itu, langsung kesurupan,” ujarnya, Selasa (29/8).
Orang yang mengalami kesurupan tersebut harus segera ditangani oleh warga Sekar Langit saat itu juga.
"Karena, kalau bukan ditangani oleh kami (pengelola Sekar Langit, Red), biasanya justru semakin parah dan akhirnya mereka akan balik lagi ke sini," tambah Yitno.
Ketika memasuki area air terjun, hawa merinding langsung terasa. Tim Jawa Pos Radar Semarang harus menempuh jalan setapak dari pintu masuk sejauh 750 meter hingga air terjun. Pepohonan rimbun menemani di sekeliling jalan. Sunyi.
Setelah sampai di air terjun, semua rasa lelah terbayarkan karena pemandangan air terjun yang indah dan menyegarkan.
Namun, suasana sepi membuat bulu kuduk berdiri. Ditambah rumpun bambu yang tumbang melintang di tengah jalan setapak membuat suasana terkesan horor.
“Biasanya orang kalau sore foto di sini, ketika sampai di rumah, pas dicek kok ada yang ikut foto,” jelas Yitno.
Sosok tersebut dikatakan sebagai Nawangwulan istri Jaka Tarub. Yitno mengatakan pernah ada yang meninggal di tempat ini karena berendam terlalu lama saat bertapa.
Para pengelola mengetahui saat yang tepat untuk berendam, dilihat dari awan yang berada di atas air terjun tersebut.
"Kalau langitnya mendung, kita sudah mengingatkan untuk tidak berendam. Jika masih ngeyel itu bisa terjadi sesuatu yang nggak diinginkan," tandasnya. (mg23/mg24/lis)
Editor : Baskoro Septiadi