RADARSEMARANG.ID - Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark, Kota Magelang, bisa menjadi alternatif tempat wisata bagi masyarakat yang menyukai kesejukan.
Ribuan pohon besar tumbuh memayungi seluruh area ini. Pepohonan itu berdaun lebat, berbatang keras. Ada pula yang berbuah.
Ragam jenis pohon itu sekaligus menjadi koleksi tanaman langka dan menyuplai oksigen di seluruh areal taman.
Sesuai konsepnya, TKL Ecopark merupakan salah satu hutan buatan perkotaan, juga sebagai paru-paru kota.
Dirut TKL Ecopark Arif Taat Ujiyanto menjelaskan, pohon-pohon tersebut dirawat dan dilestarikan. Beberapa tanaman termasuk jenis tanaman langka dan asli Indonesia.
“Pengunjung bisa memanfaatkannya untuk edukasi, observasi, dan memperluas wawasan mengenal berbagai macam tanaman asli Nusantara,” kata Taat, sapaan akrabnya.
Beberapa tanaman yang bisa dijumpai di TKL antara lain, tanaman nyamplung, glodokan, damar, palem, lerak, kenari, naga sari, ketapang, trembesi.
Ada pula tanaman buah langka seperti, gowok, matoa, kesemek, sawo bludru, nam-nam, mundu, duwet putih.
Yang menarik, pengunjung bisa merasakan sensasi menaiki berbagai wahana permainan, sambil melihat pemandangan yang menyegarkan mata. Wahana yang bisa dicoba seperti bianglala, dragon coaster, UVO car.
Bahkan sebagai langkah transformasi bisnis, manajemen TKL Ecopark membuat wahana dan spot baru untuk menambah daya tarik wisata. Terutama di area tepi Sungai Progo. Spot ini dinamai Progo Riverside TKL.
Ya, pengunjung bisa melakukan aktivitas berkemah, bebakaran, juga arung jeram. Pengunjung yang mengambil paket camping, sudah dibonusi gratis wahana permainan.
Selain itu, ada rumah pohon yang dinamai Mahhon River View. Di rumah pohon ini, pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Sumbing. Dari pohon ini, terdengar suara aliran Sungai Progro yang menenangkan pikiran.
“Area Progo Riverside TKL ini dijamin instagrammable, tiktokable, campervanable,” imbuhnya.
Ada lagi yang baru, yakni Ecopark Tower. Menara pandang setinggi 16 meter ini cocok untuk menguji adrenalin. Tangga menara ini berbentuk spiral.
Selain menantang, tangga ulir tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendukung latar foto. Setelah berhasil menaklukkan puluhan anak tangga, lelah itu akan tergantikan dengan pemandangan hijau yang mengitari Magelang. (put/lis)
Editor : Baskoro Septiadi