Lokasinya cukup mudah dijangkau. Dari arah Undip, harus melewati tikungan mesra di Sigar Bencah, kemudian belok kanan ke Jalan Bukit Kencana Jaya, Jalan Kedung Winong. Kemudian gapura pertama kanan jalan, masuk dan sudah bisa menemukan hidden gem tersebut.
Suasana sangat asri. Meskipun dibuat swadaya, potensi wisatanya patut dijual. Bahkan, bisa memberdayakan warga dengan memberdayakan pelaku UMKM setempat.
Sungai yang dibendung ini memiliki kedalaman tak sampai satu meter. Airnya cukup tenang. Sehingga tidak membahayakan. Airnya terlihat sangat jernih. "Airnya dingin, seger banget. Suasana juga adem banget, kalau capek bisa ngopi atau makan gorengan di gazebo," kata salah satu pengunjung, Putri Indah.
Tempat ini sangat cocok untuk bermain anak-anak sambil ciblonan. Disediakan ban sebagai pelampung. Ada pula ayunan dari kayu, dengan latar belakang sawah yang indah. Sayangnya, setelah bermain air belum disediakan tempat untuk ganti baju ataupun membasuh kaki yang kotor.
"Sementara ini masih free, karena belum launching. Yang jelas UMKM yang merupakan warga sekitar ini bisa jalan dulu dan mendapatkan penghasilan, kedepan mungkin akan dikasih kotak untuk mengisi kas sukarela," kata Fathurrahman Ketua RW 7, Kelurahan Bulusan.
Pembuatan Ciblon Kedung Winong dilakukan swadaya. Karena wilayah Bulusan terutama di RW 7 masih Perawan, akhirnya coba dieksplorasi dengan menjual potensi yang ada.
"Kalau yang kita tawarkan wisata air, terus makanan dari UMKM, ada rujak, pecel, gorengan, kopi dan lainnya. Tapi ke depan akan kita tambah dengan spot selfie dan penataan lainnya," tambahnya.
Lurah Bulusan, Rukyah mengatakan, eksplorasi Kedung Winong, dimulai Oktober tahun lalu. Warga lantas membersihkan aliran sungai, karena masih asri. Bahkan, saat beristirahat warga menemukan banyak udang air tawar. Dari situ warga sepakat menjual potensi yang ada.
“Kebetulan tahun ini RW 7 Kelurahan Bulusan dijadikan kampung tematik. Jadi nanti bakal ada pendampingan dari Bapeda Kota Semarang, serta menggelontorkan anggaran sekitar Rp 200 miliar,” ujarnya.
Dengan anggaran tersebut, akan dilakukan perbaikan sempadan sungai dengan cara di talud. Selain itu juga menambah spot selfie, hingga gazebo di sempadan sungai tersebut. Dengan di talud, keamanan warga dari bencana bisa lebih baik. “Dari segi keindahan juga bisa dijaga, spot selfie nanti akan kita tambah untuk bisa dijual,” ujarnya. (den/mg3/mg4/fth) Editor : Agus AP