Perum Bulog Salurkan Bantuan Pangan di Demak Tiga Bulan Sekaligus

Wahib Pribadi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 14:59 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Annisah didampingi Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah dan jajaran monitoring penyaluran bantuan pangan di Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung. (Wahibpribadi)
Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Annisah didampingi Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah dan jajaran monitoring penyaluran bantuan pangan di Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung. (Wahibpribadi)

 

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat yang berhak untuk tiga bulan sekaligus.

Yaitu, untuk bulan Juli, Agustus dan September Tahun 2026. 

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah menyampaikan, bulog melaksanakan penyaluran beras bantuan pangan untuk alokasi tiga bulan dengan total 30 kilogram untuk setiap penerima bantuan pangan (PBP).

"Setiap bulan PBP menerima bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram. Karena diberikan untuk tiga bulan sekaligus, maka total bantuan yang diterima PBP sebanyak 30 kilogram,"katanya. 

Di Kabupaten Demak sendiri jumlah PBP mencapai 198.757 penerima dengan jumlah beras 5.962 ton 710 kilogram atau jika dibulatkan beras yang disalurkan mencapai 6 ribu ton. 

Rendy menambahkan, bantuan pangan mulai dibagikan awal bulan September. Target selesai pembagian Minggu ketiga bulan September. Karena itu, ada jeda waktu seminggu untuk melakukan evaluasi untuk mengantisipasi barangkali belum ada yang mendapatkan sekaligus mengecek administrasi.

"Sejak dibagikan awal bulan ini (September), beras yang telah tersalurkan sudah mencapai sekitar 47 persen. Hampir separuhnya. Padahal ini baru mulai. Kita optimis minggu ketiga bisa selesai semua,"katanya saat penyaluran bantuan pangan di Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung Demak.

Menurutnya, standar beras yang dibagikan ke warga sesuai ketentuan yang berlaku. Yaitu, beras kualitas medium dengan butiran patah maksimal 25 persen, butiran menir maksimal 2 persen, dan derajat sosoh 95 persen. 

Rendy mengatakan, beras yang dibagikan untuk bantuan pangan merupakan beras lokal. Sudah sejak tahun lalu pengadaan beras dalam negeri. Untuk wilayah Kabupaten Demak misalnya, mayoritas beras dari petani Demak.

Sedangkan, untuk data penerima manfaat beras langsung data apa adanya dari Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam penyaluran dilakukan sesuai mekanisme termasuk bila ada proses penggantian dengan didukung data cadangan dan menyisir data desil 1-4.

"Semua ada juknis (petunjuk teknis) dan mekanismenya,"ujar Rendy.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Hindun Annisah turut melakukan monitoring dalam penyaluran bantuan pangan di Desa Sayung, Kecamatan Sayung.

"Kita lakukan pengawasan dalam penyaluran bantuan pangan ini. Selain harus tepat sasaran, beras yang dibagikan untuk penerima manfaat juga harus sesuai standar yang berlaku. Setelah saya cek, berasnya enak, masih fresh dan tidak bau apek,"ungkap Hindun legislator dari Dapil Demak, Kudus, Jepara ini. (hib)

Editor : Tasropi
bantuan beras perum bulog