Komisi C DPRD Demak Kawal dan Perjuangkan Normalisasi Bendung Barang

Wahib Pribadi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 18:58 WIB
Ketua Komisi C DPRD Demak Ulin Nuha dorong normalisasi Bendung Barang Mranggen. (Wahibpribadi)
Ketua Komisi C DPRD Demak Ulin Nuha dorong normalisasi Bendung Barang Mranggen. (Wahibpribadi)
 

 

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Komisi C DPRD Demak akan mengawal dan terus memperjuangkan upaya normalisasi Bendung Barang yang ada di Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen. 

Ini dilakukan setelah adanya Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen sebelumnya. FGD Diikuti para kepala desa (kades) dari 8 desa. Yaitu, Desa Banyumeneng, Sumberejo, Kebonbatur, Kangkung dan Kalitengah Kecamatan Mranggen. Kemudian, Desa Wonosekar, Margohayu dan Desa Teluk Kecamatan Karangawen.

Ketua Komisi C DPRD Demak, Ulin Nuha menyampaikan, normalisasi Bendung Abarang harus dilakukan agar bendung tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 

Baca Juga: Picu Gagal Panen, Delapan Desa di Kecamatan Mranggen dan Karangawen Tuntut Normalisasi Bendung Barang

"Manfaat Bendung Barang ini sangat besar untuk mensejahterakan petani di wilayah Demak bagian selatan, utamanya desa-desa yang ada di Kecamatan Mranggen dan Karangawen,"kata Ulin dari Fraksi PKB ini. 

Ulin menambahkan, dengan tidak berfungsinya Bendung Barang akibat mengalami pendangkalan atau sedimentasi sangat berdampak pada lahan pertanian. Apalagi, saat musim kemarau seperti saat ini.

"Solusinya memang harus ada normalisasi. Sebab, kondisinya sudah dangkal sekali. Kita akan kawal langkah normalisasi Bendung Barang ini,"katanya.

Heru selaku Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengatakan, tupoksi yang menjadi kewenangannya adalah mengelola Bendung Barang baik baik dalam skala kecil maupun untuk membuka pintu bendungan. 

Baca Juga: Anggota DPRD Jateng Pimpin FGD Sinergi Asta Cita demi Ketahanan Pangan di Demak

Diakuinya, berdsatkan paparan yang disampaikan dalam FGD, kondisi Bendung Barang sudah penuh dengan sedimentasi. Karena itu, pihaknya juga berharap ada pengerukan meskipun belum bisa tercover semuanya. 

"Banyak faktor terjadinya sedimentasi ini. Karena itu, pemangku bagian hulu sungai juga harus memperhatikan ini. Masalah klasik lainnya adalah jangan buang sampah sembarangan,"katanya.

Menurutnya, posisi Bendung Barang sangat strategis karena lahan pertanian yang tercover aliran air mampu menghasilkan produksi tanaman yang signifikan. "Kalau debit airnya terjaga dengan baik, maka wilayah yang teraliri air dapat menghasilkan panenan yang melimpah,"ujarnya. 

Camat Mranggen, Yogi Setiawan menyambut baik usulan warga dari 8 desa di Kecamatan Mranggen dan Karangawen yang menginginkan normalisasi Bendung Barang. 

"Inisiasi FGD yang digelar di Sumberejo terkait penanganan kekeringan dan normalisasi Bendung Barang ini sangat kita apresiasi. Normalisasi akan membantu tercapainya ketahanan pangan dan peningkatan produktifitas pertanian di wilayah Mranggen Karangawen,"katanya.(hib)

Editor : Tasropi
normalisasi Bendung Abarang DPRD Demak