Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81, Kemenag Demak Bawa Misi Ekoteologi dan Bagikan Ratusan Bibit Pohon

Wahib Pribadi • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:04 WIB
Kepala Kemenag Demak Abdur Rouf serahkan bibit pohon ke Bupati Demak dr Eisti
Kepala Kemenag Demak Abdur Rouf serahkan bibit pohon ke Bupati Demak dr Eisti'anah dalam karnaval.(wahibpribadi)

 

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Karnaval Kemerdekaan RI ke-81 Kabupaten Demak berlangsung meriah. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Demak turut memeriahkan karnaval yang diikuti 70 kontingen dari berbagai sekolah dan dinas instansi tersebut, Sabtu (22/8/2026).

Dalam karnaval ini, Kemenag Demak mengusung tema Ekoteologi: Merawat Bumi, Amanah Ilahi. Kemenag mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dengan menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.

Ikut hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Demak, Dr H Abdur Rouf, S.Ag., M.Si yang berkenan menyerahkan bibit pohon kepada Bupati Demak, dr Hj Eisti'anah, S.E., sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan mewariskan bumi yang lebih baik kepada generasi mendatang.

Tak berhenti pada simbolis penyerahan bibit, Kemenag Kabupaten Demak juga membagikan ratusan bibit pohon kepada masyarakat yang menyaksikan kemeriahan karnaval. Aksi tersebut menjadi bagian dari kampanye nyata untuk mengajak masyarakat menanam, merawat, dan menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Menurut Abdur Rouf, ekoteologi mengajarkan bahwa alam bukan sekadar ruang yang ditempati manusia, melainkan amanah dari Tuhan yang harus dijaga.

“Ekoteologi mengingatkan kita tentang hubungan manusia dengan alam. Hubungan ini tidak hanya berbicara soal lingkungan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab spiritual. Bumi adalah amanah dari Allah yang harus kita rawat, bukan dieksploitasi tanpa batas,” ujar Abdur Rouf.

Dia menambahkan, menjaga lingkungan merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai keagamaan. Karena itu, kesadaran ekoteologis perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui lembaga pendidikan dan keagamaan.

“Ketika kita menanam satu pohon, sesungguhnya kita sedang menanam harapan untuk kehidupan. Apa yang kita lakukan hari ini akan dirasakan oleh anak cucu kita. Karena itu, merawat bumi harus menjadi bagian dari amal dan budaya kita bersama,” katanya.

Abdur Rouf menyampaikan, pengusungan tema ekoteologi dalam karnaval kemerdekaan juga selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan yang berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

“Semangat kemerdekaan tidak hanya kita maknai dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga dengan menghadirkan kontribusi nyata untuk masa depan bangsa. Salah satunya adalah memastikan lingkungan tetap lestari sehingga generasi berikutnya dapat menikmati kehidupan yang lebih baik,”ujarnya.

Seorang warga, Risma, mengaku senang mendapatkan bibit pohon yang dibagikan Kemenag Demak. Menurutnya, pembagian bibit tersebut bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan karnaval, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar pemberian bibit, tetapi juga mengingatkan kita bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, yaitu menanam pohon,”katanya. 

Menurutnya, lingkungan yang terjaga merupakan warisan berharga yang nantinya akan dinikmati oleh anak cucu.

“Kita tentu ingin anak cucu kita nanti masih bisa menikmati lingkungan yang hijau dan udara yang baik. Jadi, kalau hari ini kita menanam pohon dan merawatnya, sebenarnya kita sedang menyiapkan lingkungan yang lebih baik untuk mereka,”jelasnya.(hib)

Editor : Tasropi
Kemenag Demak KARNAVAL