Cegah Abrasi dan Rob, Awali Bangun Hybrid Seawall Sepanjang 900 Meter di Pesisir Surodadi Sayung

Wahib Pribadi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:20 WIB
Sekdin Dinputaru Naning Prih Hatiningrum. (Wahibpribadi)
Sekdin Dinputaru Naning Prih Hatiningrum. (Wahibpribadi)
 

RADARSEMARANG.ID, DEMAK- Pemerintah Kabupaten Demak bersama Pemprov Jateng akan membangun hybrid seawall pada akhir 2026 ini di pesisir Desa Surodadi Kecamatan Sayung. Secara konstruksi, hybrid seawall merupakan perpaduan antara pemakaian bis beton dengan mamgrove.

Sekdin Dinputaru Pemkab Demak, Naning Prih Hatiningrum menyampaikan, pembangunan hybrid seawall ini diawali dengan membangun 900 meter dari rencana 8 kilometer. Total anggaran hybrid seawall mencapai 250 miliar. 

"Pembangunan hybrid seawall ini berbeda dengan giant seawall. Untuk giant seawall kita telah mengusulkan ke pemerintah pusat sepanjang 30 kilometer Sayung hingga Wedung,"jelasnya.

Pembangunan hybrid seawall merupakan konsep yang dijalankan sesuai dengan kondisi pesisir Demak dengan kontur tanah yang labil. Karena itu, perpaduan konstruksi bis beton dengan mangrove bisa mengatasi abrasi dan rob di Demak. 

Seperti diketahui, kondisi pesisir Demak kini kerap dilanda banjir rob, utamanya di wilayah Sayung hingga Bonang. Rob tidak hanya menghancurkan infrastruktur jalan namun juga merendam rumah warga bertahun-tahun.

 Kerusakan ekologis peisisr Demak ini antara lain diatasi dengan penanaman mangrove dan rencana dibangun tanggul laut. (hib)

Editor : Tasropi
pesisir Demak Pemkab Demak