Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Teladani Spirit Kasultanan Demak Bintoro untuk Membangun Daerah

Wahib Pribadi • Rabu, 8 Juli 2026 | 16:21 WIB
Bedah buku Sejarah Demak Bintoro di ruang Bina Praja Pendopo Demak.(wahibpribadi)
Bedah buku Sejarah Demak Bintoro di ruang Bina Praja Pendopo Demak.(wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Mahali menyampaikan pentingnya meneladani spirit era keemasan Kasultanan Demak Bintoro. Dengan spirit, maka semangat membangun Kota Wali dapat diwujudkan dengan penuh harapan.

"Banyak anak muda yang bertanya dimana letak Keraton Demak Bintoro?. Kita jawab, kalau sudah ketemu letak keratonnya, lalu mau apa?. Maka yang penting adalah meneladani spirit Kasultanan Demak Bintoro,"katanya dalam bedah buku Sejarah Demak Bintoro di ruang Bina Praja Pendopo Pemkab Demak kemarin. 

Menurut Mahali, Demak Bintoro memiliki sejarah panjang hingga mencapai kejayaannya ketika itu. "Karena itu, kita ambil spiritnya dari sejarah ini,"katanya.

Baca Juga: Bangun Pasar Zebor untuk Tampung Pedagang Sayuran depan Pasar Bintoro dan Atasi Kemacetan Arus Lalulintas

Bupati Demak, dr  Eisti'anah  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melestarikan sejarah dan warisan budaya Kasultanan Demak sebagai bagian penting dari identitas daerah. 

"Melestarikan sejarah ini penting untuk semangat kita membangun daerah,"jelasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Demak, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Dr KH Anasom, MHum., selaku dosen UIN Walisongo Semarang, Plt Kabag Kesra Setda Kabupaten Demak, pengurus Takmir Masjid Agung Demak, Remaja Masjid Agung Demak, Asosiasi Museum Indonesia Daerah Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, Blora, Grobogan (AMIDA Pakudjembaran), organisasi kepemudaan, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Demak.

Bupati Eisti'anah juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi forum tersebut. Menurutnya, forum komunikasi antara ulama dan umara memiliki peran strategis sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga persatuan dan memperkokoh ukhuwah Islamiyah.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Demak memiliki posisi istimewa dalam sejarah bangsa sebagai pusat berdirinya Kesultanan Islam pertama di Pulau Jawa.

 Keberadaan Kasultanan Demak menjadi tonggak penting penyebaran Islam, perkembangan kebudayaan, sekaligus pembentukan karakter masyarakat Nusantara.

"Sejarah Kasultanan Demak bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi merupakan sumber inspirasi yang mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan, persatuan, toleransi, gotong royong, semangat dakwah, serta kecintaan terhadap tanah air," ujar Bupati.

Dengan mengusung tema Menggali Nilai Historis Demak-Bintoro, Meneguhkan Sinergi Permuseuman AMIDA Pakudjembaran, kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk menggali nilai-nilai luhur sejarah sekaligus memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, literasi sejarah, penelitian, dan destinasi wisata budaya yang mampu menarik minat generasi muda.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Demak dalam mendukung berbagai upaya pelestarian sejarah melalui penguatan kelembagaan, pengembangan literasi sejarah, digitalisasi arsip dan koleksi, serta kolaborasi dengan akademisi, komunitas sejarah, pengelola museum, dunia pendidikan, ulama, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga: Bangun Pasar Zebor untuk Tampung Pedagang Sayuran depan Pasar Bintoro dan Atasi Kemacetan Arus Lalulintas

Menurutnya, pelestarian sejarah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar warisan Kasultanan Demak tetap lestari dan mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Melalui forum dan bedah buku tersebut, Bupati berharap lahir berbagai gagasan konstruktif yang dapat memperkuat identitas Kabupaten Demak sebagai pusat peradaban Islam yang berkemajuan. Selain itu, bedah buku sejarah diharapkan mampu memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat, meluruskan berbagai perspektif sejarah berdasarkan kajian ilmiah, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap jati diri daerah.

Dia juga mengajak masyarakat menjadikan sejarah sebagai guru kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para Sultan Demak, para Wali, dan ulama perlu terus diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bupati berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi dan langkah nyata untuk memperkuat pelestarian sejarah Kasultanan Demak, meningkatkan peran museum sebagai pusat edukasi masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara ulama dan umara dalam mewujudkan Kabupaten Demak yang semakin bermartabat, maju, dan sejahtera. 

Peneliti sejarah UIN Walisongo Dr H Anasom mengatakan, bicara soal Keraton Demak Bintoro telah banyak dibahas sebagaimana yang ada dalam buku yang diterbitkan Takmir Masjid Agung Demak tersebut.

"Karena inipula saya menyampaikan soal tata letak dan lokasi Keraton Demak yang dibahas di akhir buku. Setinggil merupakan bukti faktuak keberadaan Keraton Demak Bintoro. Di Demak ada yang namanya Kampung Setinggil. Dalam sejarah keraton, setinggil merupakan petunjuk letak adanya keraton,"katanya. (hib)

Editor : Tasropi
#Kasultanan Demak #Masjid Agung Demak #demak bintoro