Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Temuan Baru Kasus TBC di Demak Terbanyak di Jateng, 8.356 Suspect Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Wahib Pribadi • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:26 WIB
Bupati Demak dr Eistianah melaunching Desa Siaga TBC di Desa Doremg Kecamatan Wonosalam (Wahibpribadi)
Bupati Demak dr Eistianah melaunching Desa Siaga TBC di Desa Doremg Kecamatan Wonosalam (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemkab Demak bersama Polres menggencarkan penanganan penyakit tuberculosis (TBC). Ini ditandai dengan Launching Desa Siaga TBC di Desa Doreng, Kecamatan Wonosalam kemarin.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Demak, Heri Winarno mengatakan, peluncuran Desa Siaga TBC merupakan bagian dari upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) yang menjadi program prioritas nasional.

Penyakit TBC hingga saat ini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang besar sehingga pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030.

Baca Juga: Speling Menyisir Pelosok Desa, TBC dan Stunting Tak Dibiarkan Berkembang di Jateng

Menurut Heri, Bupati Demak telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari puskesmas, camat, kepala desa, hingga lintas sektor lainnya untuk membentuk Desa Siaga TBC di masing-masing desa.

Peran Desa Siaga TBC sangat penting dalam pengendalian penyakit tuberculosis. Tim Desa Siaga bertugas menemukan masyarakat yang diduga menderita TBC, memotivasi mereka agar segera menjalani pemeriksaan, mendampingi pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta melakukan pelacakan kontak erat agar dapat diberikan skrining maupun terapi pencegahan TBC.

Dia menjelaskan, masyarakat yang mengalami batuk selama lebih dari dua minggu, berat badan menurun, berkeringat pada malam hari tanpa aktivitas, atau memiliki gejala lain yang mengarah pada TBC, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Saat ini pemeriksaan TBC telah didukung dengan Tes Cepat Molekuler (TCM) sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih cepat.

Selain itu, keluarga atau kontak erat pasien juga akan dilakukan skrining. Apabila tidak ditemukan TBC aktif, mereka akan diberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit.

Baca Juga: Perkuat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat Launching Tiga Inovasi Layanan Kesehatan

"Jika hanya pasien yang diobati sementara anggota keluarga yang telah terpapar tidak mendapatkan terapi pencegahan, maka penularan dapat terus berulang di dalam rumah. Karena itu, seluruh kontak erat perlu mendapatkan penanganan yang sesuai," jelasnya.

Heri mengungkapkan, hingga 10 Juni 2026, jumlah suspek (terduga) TBC yang telah menjalani pemeriksaan di Kabupaten Demak mencapai 8.356 orang.

Sementara itu, hingga 10 Mei 2026, ditemukan 1.124 kasus baru TBC. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 terdapat 19.749 terduga TBC yang diperiksa dengan 2.285 kasus baru TBC berhasil ditemukan.

Pengobatan TBC bukan ditanggung BPJS Kesehatan, melainkan melalui program pemerintah.

Jadi seluruh pemeriksaan, obat, hingga pasien dinyatakan sembuh diberikan secara gratis.

Kepala Dinkes Demak dr Ali Maimun menambahkan, temuan baru TBC di Demak nomor 1 se- Jateng.

"Banyak ditemukan justru lebih baik karena bisa diketahui langsung sehingga bisa ditangani cepat,"katanya.

Bupati Demak dr Eisti'anah berharap, semua pihak bisa bersatu dalam penanganan TBC. "Alhamdulillah ada bantuan juga dari Babinsa dan Babinkamtibmas untuk lakukan tracing warga yang terduga TBC,"katanya.(hib)

Editor : Tasropi
#Desa Siaga TBC #Bupati Demak dr Eisti’anah #Dinkes Demak