Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hasil Melimpah, Bupati Demak dan Tani Merdeka Panen Raya Padi di Jatirejo Karanganyar

Wahib Pribadi • Senin, 8 Juni 2026 | 19:35 WIB
Bupati Demak dr Eistianah bersama Ketua DPN Tani Merdeka Don Muzakir dan Deputi Usaha Pangan Kemenko Pangan Widiyastuti panen raya padi di Jatirejo Karanganyar.(Wahibpribadi)
Bupati Demak dr Eistianah bersama Ketua DPN Tani Merdeka Don Muzakir dan Deputi Usaha Pangan Kemenko Pangan Widiyastuti panen raya padi di Jatirejo Karanganyar.(Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Bupati Demak dr Eisti'anah dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir melakukan panen raya padi seluas 100 hektare lebih di Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar. 

Selain meningkatkan ketahanan pangan, panen raya juga diharapkan dapat mensejahterakan petani sekitar.

Satu hektare bisa menghasilkan antara 7 hingga 8 ton.

Baca Juga: Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Nasional, BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558 Ribu Petani dan 23 Ribu Nelayan per April 2026 

 Bupati Demak dr Eisti'anah mengapresiasi panen raya tersebut.

 Menurutnya, panen kali ini hasilnya dapat dirasakan petani.

Diantaranya, lantaran banyak seklali bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani.

"Ini bisa menjadi penyemangat petani dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga produksi bisa terus meningkat dan makin banyak generasi muda yang mau bertani,"katanya.

Baca Juga: LKP Dimy Motor Demak Kembali Cetak Wirausahawan Muda Berbakat di Bidang Otomotif Perbengkelan

Bupati menambahkan, dalam pengolahan pertanian banyak kendala yang dihadapi petani.

Hasil Melimpah, Bupati Demak dan Tani Merdeka Panen Raya Padi di Jatirejo Karanganyar
Hasil Melimpah, Bupati Demak dan Tani Merdeka Panen Raya Padi di Jatirejo Karanganyar

Meski demikian, kendala bisa diatasi termasuk ketersediaan pupuk. 

"Kalau masih ada kendala petani bisa koordinasi langsung dengan penyuluh pertanian,"ujarnya.

Bupati juga menyampaikan, di wilayah Demak banyak alur sungai yang bisa memicu banjir. Karena itu, butuh penanganan khusus berupa normalisasi sungai. 

"Setelah banjir di wilayah Karanganyar akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan, kini pemerintah telah menormalisasi sungai dari wilayah hilir. Kita juga berharap ada normalisasi Sungai Tuntang yang tiap tahun jebol dan mengganggu produksi pertanian,"katanya.

Baca Juga: Wali kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan

Deputi Usaha Pangan Pertanian Kemenko Pangan, Widiyastuti mengatakan, panen raya hasilnya dinilai baik untuk memenuhi swasembada pangan.

"Tugas kita di Kemenko Pangan adalah kita telah lakukan sinkronisasi kebutuhan benih, pupuk, teknologi hingga SDM nya sehingga hasil panen bisa maksimal,"katanya. 

Menurutnya, target swasembada pangan pada 2027 bisa tercapai. Dengan begitu, 2029 kedaulatan pangan juga dapat diraih serta 2045 bisa tercapai Indonesia Emas.

"Dengan harga batas minimal Rp 6.500 per kg untuk gabah panen, maka petani bisa lebih sejahtera. Syukur-syukur kalau ada yang bisa beli Rp 7 ribu dengan kualitas lebih tentu akan lebih baik,"ujarnya.

Baca Juga: Presiden Panen Raya Udang di Kebumen, Gubernur Luthfi: Perikanan Jateng Menjanjikan, Nilai Ekspor Udang Capai Rp178 ,8 Miliar

Menurutnya, panen yang baik juga didukung ketersediaan pupuk yang memadai dan subsidi pupuk yang tepat sasaran.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir menyampaikan, panen raya dilakukan karena musim panen sudah tiba.

 Adanya panen raya dengan luas sekitar 100 hektare lebih membuktikan petani makin sejahtera sehingga merasakan program Presiden Prabowo Subianto.

"Panen ini langsung diserap pihak lain untuk memenuhi kebutuhan beras di DKI Jakarta. Hasilnya 8 ton perhektare. Kita kerjasama untuk penyerapan hasil panen ini,"katanya didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah Wawan Pramono dan Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Demak Nur Ari Khasanah.

Dengan panen raya juga diharapkan bisa swasembada pangan.

Tantangannya adalah iklim yang tidak menentu.

Meski demikian, pihaknya optimis karena dukungan semua pihak dalam swasembada beras ini.

Berharap ada pihak lain yang bisa menampung gabah petani. 

Menurutnya, ketersediaan pupuk maupun harga panen saat ini diketahui lancar.

Jika ada kios pupuk yang menjual harga pupuk diatas harga eceran tertinggi (HET) bisa dilaporkan ke Tani Merdeka.

"Tani Merdeka sudah melaporkan sekitar 1.500 kios. Kalau ada yang bermasalah laporkan saja. Nanti ditutup. Bila ada bantuan alat pertanian yang diperjualbelikan juga bisa dilaporkan. Bantuan harus tepat sasaran,"katamya. 

Ketua DPW Tani Merdeka Jateng, Wawan Pramono menuturkan, pihaknya bersyukur lantaran kini sudah surplus beras.

Yang perlu dipikirkan sekarang adalah kesiapan menjelang musim kemarau agar tidak drop saat menghadapi musim tanam berikutnya.

"Kita perlu persiapan irigasi maupun pompanisasi. Jangan sampai kemarau panjang ini membuat petani tidak siap menghadapi,"katanya.

Selain itu, tentang pertanian adalah perlunya reorganisasi generasi petani.

"Sekarang rata-rata petani berusia 50 tahun ke atas. Mereka tentu kesulitan mengoperasikan combi, drone dan lainnya. Maka perlu reorganisasi dan edukasi generasi petani bagaimana agar yang muda-muda mau menjadi petani,"jelasnya. 

Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Demak, Nur Ari Khasanah mengungkapkan, panen raya di Demak patut disyukuri.

Sebab, hasilnya lebih baik dengan harga yang menguntungkan petani. Yaitu, dengan harga antara Rp 6.500 hingga Rp 8 ribu.

"Kita terus berusaha mendampingi petani melalui Gapoktan supaya panen bisa bagus lagi dan memuaskan. Jika ada keluhan kita tampung,"katanya. Di Demak varietas padi yang ditanam petani rata-rata IR 64, hibrida dan lainnya. (hib)

Editor : Tasropi
#Kemenko Pangan #Bupati Demak dr Eisti’anah #panen raya #Tani Merdeka