RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Era digitalisasi sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat. Media sosial menjadi kebenaran baru yang patut diantisipasi agar tidak menjadi anomali ditengah derasnya arus informasi.
Hal ini mengemuka dalam giat Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pemkab Demak kemarin.
Sebagai narasumber, Ketua IPI Jateng, Itmamudin, Pengelola Perpustakaan Desa Ngudi Ilmu Boyolali, Daryati dan Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang, Wahib Pribadi.
Baca Juga: Radar Semarang Menjaga Integritas di Tengah Arus Informasi, Dari Kamera Manual Ke Era Digital
Plh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Imdriartono Widodo menuturkan, acara bimtek literasi informasi hari pertama diikuti 50 guru di Demak. Guru SD, SMP hingga SMA.
Berikutnya diikuti 50 orang dari pegiat literasi dan 50 lagi dari kalangan pustakawan.
"Dengan kegiatan ini, kita ingin tingkatkan literasi peserta agar mampu menjadi penggerak literasi dilingkungan masing-masing,"ujarnya.
Bupati Demak dr Eisti'anah saat membuka acara menyampaikan, era digital seperti sekarang ini perlu adanya pembekalan literasi informasi bagi warga.
Baca Juga: Jelang Grebeg Besar, Bupati Demak Pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu
Baca Juga: Jelang Grebeg Besar, Bupati Demak Pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu
"Literasi informasi menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Karena itu, literasi informasi tidak hanya soal kemampuan baca tulis saja, namun juga mencakup soal akses dan evaluasi informasi,"ujar bupati.
Itmamudin mengungkapkan pentingnya penelusuran informasi yang valid agar tidak terjebak pada informasi yang hoax.
Ia juga menyampaikan tentang sumber-sumber informasi dan analisa sintesa informasi.
"Perlu membandingkan informasi satu dengan informasi lainnya sehingga informasi yang diterima bisa dipertanggungjawabkan sebagai kebenaran,"jelasmya.
Daryati menyampaikan, konsep dasar literasi informasi pada prinsipnya adalah membentuk kemampuan seseorang untuk memahami, mengevaluasi hingga menyajikan informasi.
Baca Juga: 26 Tahun Radar Semarang: Tetap Waras di Tengah Riuh Informasi
"Disinilah perlunya kita memahami alur informasi sesuai yang kita butuhkan. Kebutuhan informasi telah menjadi kebutuhan di era digital,"katanya.
Jurnalis Jawa Pos Radar Semarang Wahib Pribadi mengatakan, dalam evaluasi dan penyajian informasi perlu adanya ketaatan dalam kode etik yang ada.
"Untuk mendapatkan informasi yang benar, maka perlu akurasi dari data informasi yang diperoleh. Data akurat dan kredibel dapat meningkatkan keprercayaan dalam arus informasi yang diterima,"jelasnya.(hib)
Editor : Tasropi