RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Demak menuntut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pilangwetan Kebonagung untuk memberikan kompensasi Rp 2 juta tiap santri yang diduga menjadi korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG).
Ketua PGSI Demak, Noor Salim menegaskan, tuntutan ganti rugi diperlukan bagi orang yg menunggui dengan libur kerja, kerugian psikis santri, hingga ketinggalan pelajaran dan trauma terhadap makanan.
Menurutnya, jika tuntutan tidak dipenuhi maka Pesantren dan Sekolah akan mengalihkan MBG ke SPPG lainnya.
"Selain itu, PGSI juga melaporkan ke BGN Pusat agar SPPG Dempel ditutup permanen. Ini karena keracunan MBG ini menjadikan preseden buruk mencoreng program unggulan presiden Prabowo Subianto,"jelasnya.
Baca Juga: Tiga SPPG di Kota Semarang Siap Jadi Percontohan Praktik Baik MBG Nasional
Dia menyampaikan, ada salah satu santri korban keracunan yang bernama Najwa kelas 9 MTs.
Ia mengaku trauma atas makanan MBG dan khawatir ketinggalan pelajaran karena Minggu depan ujian Madrasah.
Salim menambahkan, jajaran pengurus PGSI Demak turut mendampingi membesuk korban keracunan. Yaitu, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Lintas Tokoh, Hayyin Fuad yang juga ketua FKKSS (Forum Komunikasi Kepala Sekolah Swasta) Demak, serta Ketua Jaringan Pondok Pesantren NU, RMI (Robithoh Ma'ahid Islamiyah) Karangawen, Nur Khamim Nawawi.
Baca Juga: Gus Qoyyum Ingatkan Warga NU Satukan Semua Kekuatan
PGSI melakukan kunjungan sekaligus trauma healing kepada para santri korban MBG di RSUD Sultan Fatah Karangawen.
Kedatangan rombongan PGSI diterima oleh MOD (Manajemen Of Duty), NyTinie.
Berdasar informasi yang diterima PGSI, jumlah santri yang dirawat di RSUD Sultan Fatah ada 15 orang ditempatkan di ruang rawat inap, dan 1 santri di ruang IGD baru masuk Senin siang.
"Kondisi santri sebagian masih merasakan pusing, mual dan nyeri pada perut, mereka ditunggui orang tua masing masing dan para ustadz guru dari pesantren,"ujarnya.
Ketua Jaringan Pondok Pesantren NU, RMI (Robithoh Ma'ahid Islamiyah) Karangawen, Nur Khamim Nawawi mengatakan, adanya kunjungan PGSI bersama RMI ini untuk memberikan motivasi kepada para santri korban MBG agar tetap semangat dan optimis segera sembuh.
Baca Juga: Satgas MBG Salatiga Siap Tindak SPPG Bermasalah, Beberapa Sudah Kena Ditegur
"Selain itu, agar mereka tidak perlu khawatir di pondok, karena penyebab keracunan bukan dari pondok,"ujarnya.
Senada disampaikan Ketua FKKSS, Hayyin Fuad. Menurutnya, para santri dan siswa tidak perlu trauma MBG karena PGSI akan turut mendorong agar SPPG berbenah.(hib)
Editor : Tasropi