RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Hujan deras yang melanda wilayah selatan Demak memicu jebolnya tanggul Sungai Cabean di Dukuh Singopadu, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur Demak.
Akibatnya, tanggul sungai yang bobol dua titik ini membuat banjir bandang di sejumlah desa sekitar.
Kabid Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Suprapto mengatakan, jebolnya tanggul sungai Cabean B1 dengan lebar 50 cm dan kedalaman 6 meter akibat curah hujan tinggi.
Banjir ini langsung menerjang Dukuh Gatak dan Dukuh Weru dengan ketinggian air antara 25 cm hingga 70 cm. Utamanya di wilayah RT 1 hingga RT 6 RW 1 Desa Tlogoweru.
Berdasarkan data BPBD, banjir di Desa Tlogoweru tepatnya di Dukuh Gatak merendam rumah 700 KK dan di Dukuh Weru ada 25 KK.
"Untuk pengungsian sementara kita tempatkan di gedung serbaguna,"katanya.
Banjir juga merendam 2 masjid dan 8 musala serta 1 SD, 1 TK dan 1 bangunan RA. Balai Desa Tlogoweru juga kebanjiran.
Lainnya, banjir merendam 3 makam, 1 punden dan areal persawahan selias 250 hektare dengan ketinggian air 70 cm.
"Kita berikan bantuan warga menyelamatkan barang berharga dan evaluasi warga lansia,"ujar Suprapto.
Pantauan koran Jawa Pos Radar Semarang, banjir luapan sungai di Demak juga membanjiri jalan raya Pantura Demak, tepatnya di wilayah Onggorawe Sayung. Akibatnya, kendaraan macet panjang.
Kemacetan juga akibat meluapnya Sungai Kalibabon perbatasan Demak dengan Genuk, Kota Semarang.
Jalan Pantura Sayung ikut terendam hingga menyebabkan macet panjang.
Dari arah Demak ke Semarang, kendaraan macet hingga 9 km mulai Desa Batu, Kecamatan Karangtengah hingga Kaligawe. Kondisi demikian, membuat banyak kendaraan dari Demak berbelok arah ke Demak lagi.
Di Demak, ruas jalan alternatif juga kebanjiran. Yaitu, ruas Buyaran-Guntur-Karangawen. Juga, ruas Onggorawe-Mranggen. Selain dampak jebolnya tanggul Sungai Cabean juga meluapnya Kali Sayung.(hib)
Editor : Tasropi