Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ketua DPRD Demak Ajak Orang Tua Hindari Tindak Kekerasan Komunikasi pada Anak, Kasus Bundir Anak Jadi Pelajaran

Wahib Pribadi • Sabtu, 14 Februari 2026 | 22:30 WIB
Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata. (Wahibpribadi)
Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata merasa prihatin dengan kejadian bunuh diri (bundir) yang menimpa seorang anak di Kecamatan Mranggen Demak pada Kamis (12/2/2026).

 Menurutnya, kejadian itu menjadi pelajaran bagi semua pihak utamanya para orang tua.

Peristiwa tragis gantung diri anak yang masih sekolah SD ini menjadi perhatian agar tidak terulang lagi dikemudian hari.

Menurutnya, para orang tua yang terbiasa berbuat kekerasan baik verbal maupun fisik kepada anak harus instrospeksi agar terhindar dari hal tidak diinginkan pada anak.

"Mari kita sebagai orang tua yang memiliki anak bisa memperbaiki komunikasi yang baik dengan anak-anaknya. Jangan sampai terjadi kriminalisasi dalam komunikasi dengan anak,"katanya.

Menurutnya, anak merupakan amanah Tuhan yang keberadaannya harus dijaga dan tidak menyia-nyiakannya. Apalagi bagi seorang ibu, anak mestinya bisa dididik sedemikian rupa sehingga tetap pada koridor perilaku yang sebenarnya.

"Kita harus ingat sebuah ungkapan, Al Ummu Madrasatul Ula. Ibu adalah madrasah atau sekolah yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Yaitu, sekolah yang meneladankan sekaligus meletakkan fondasi akhlak mulia, karakter dan nilai agama terhadap anak,"jelasnya.

Zayinul Fata menambahkan, secara psikologis, anak tidak akan mampu menghadapi cercaan yang berlebihan apalagi perkataan orang tua yang disertai ancaman.

"Jiwa anak -anak itu masih sangat labil. Ada semacam keterbatasan psikologis. Maka, kita semua sebagai orang tua harus bisa berpikir waras dan nenjaga mereka dengan komunikasi yang baik sehingga tidak menimbulkan beban psikologis berlebihan bagi anak,"katanya. 

Menurutnya, beban psikologis yang dialami anak-anak bisa memicu dampak negatif diluar dugaan terkait pola perilakunya. 

"Kalau misalkan ada persoalan perilaku anak yang kurang sesuai dengan harapan orang tua, mestinya bisa diselesaikan sewajarnya. Mari sebagai orang tua kita bisa introspeksi apa saja yang telah kita perbuat pada anak. Kita berharap, tidak ada peristiwa serupa yang terjadi pada anak hanya persoalan komunikasi orang tua yang tidak pas,"ujar dia.(hib)

Editor : Agus AP
#Zayinul Fata