RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Paguyuban Patok Jogo Joyo Kusumo menuntut dzuriyyah Kadilangu agar menyelesaikan konflik internal yang terjadi bertahun-tahun hingga kini secara damai.
Konflik berkepanjangan tersebut membuat citra keluarga ahli waris Kadilangu dinilai tidak baik.
Wakil Ketua Paguyuban, Nur Khafidzin menyampaikan, paguyuban dibentuk sebagai respon keprihatinan atas konflik Kadilangu yang tak berujung.
"Sebagai paguyuban, kita berinisiasi merangkul stakeholder. Sebagai poros tengah kita berharap dzuriyyah Sunan Kalijaga bisa berdamai kembali. Mestinya bisa menjadi panutan masyarakat,"jelasnya disela audiensi dengan DPRD Demak kemarin.
Menurutnya, pihakmya sudah menyampaikan surat ke dzuriyyah sesepuh Kadilangu namun hingga kini belum ada balasan.
Karena itu, ia berharap, DPRD bisa memfasilitasi kehadiran dziriyyah Kadilangu dalam audiensi berikutnya.
Sekretaris Paguyuban, Sugiharto menambahkan, pihakmya menyayangkan pihak-pihak yang diundang dalam audiensi tidak hadir.
"Pihak dzuriyyah yang diundang mestinya hadir langsung agar bisa mengkonfirmasi tentang dirinya terkait kebenaran dzuriyyah Kadilangu. Apakah pengakuan sebagai dzuriyyah sah atau tidak,"jelasnya.
Nandib dari Dinas Pariwosata berharap Kadilangu dapat dikelola dengan baik.
"Sampai hari ini pengelolaan berjalan sesuai adat istiadat. Kadilangu adalah museum hidup yang sangat berarti bagi generasi anak cucu kita. Jaga kehormatan Demak,"katanya.
Ketua DPRD Demak H Zayinul Fata berharap, persoalan keluarga Kadilangu dapat diselesaikan secara internal sehingga tidak menjadi konsumsi publik.
"Persoalan ini sudah masuk yurisdiksi hukum. Kita di DPRD hanya sebatas fasilitasi pertemuan dengan mengundang pihak terkait. Kami ingin semua pihak agar lebih baik dalam pengelolaan Kadilangu dan tidak ada lagi perselisihan,"ujarnya.(hib)
Editor : Tasropi