RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Dimy Motor, Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak menggelar pendidikan kecakapan wirausaha (PKW) untuk generasi muda di wilayah Demak.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemkab Demak Haris Wahyudi Ridwan.
Turut hadir perwakilan dari Bank BPD Jateng, GKN, FUMKM dan pihak pengelola platform digital.
Pimpinan LKP Dimy Motor, Muhamad Dimyati mengatakan, program PKW ini merupakan kerjasama antara Direktorat Kursus dan Pelatihan Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Mekanik Sepeda Motor LKP Dimy Motor Kalikondang.
"Dalam pelatihan ini kita disupport para stakeholder dengan harapan giat ini bisa berjalan dengan baik, termasuk dukungan dari perbankan untuk permodalan bagi peserta yang ingin mendirikan usaha perbengkelan,"jelasnya.
Menurutnya, peserta PKW level platinum Tahun 2025 ini akan mendapatkan pelatihan teori maupun praktik sehingga bisa mengasah keterampilan mereka untuk mengembangkan wirausaha.
"Pembukaan program PKW tahun ini penuh perjuangan. Ini kita harus beradaptasi dengan aplikasi baru yang semua masih dalam penataan. Bahkan, lembaga yang bisa mengakses untuk mengadakan pelatihan level platinum ini harus disaring dan diverifikasi secara ketat. Utamanya yang terkait paparan success story atau kisah sukses tahun-tahun sebelumnya,"jelas Dimyati.
Dia menambahkan, tahun ini, proposal kegiatan pelatihan yang diverifikasi untuk PKW ada 10. Dari jumlah itu, yang lolos hanya 7 LKP, termasuk LKP Dimy Motor.
Dikatakan, adanya penilaian tentang kisah sukses peserta yang ikut pelatihan antara tahun 2022-2024 menjadi poin tersendiri dalam presentasi atau paparan.
"Misalnya, ditanyakan soal kiprah lulusan PKW yang ada sekarang ngapain aja. Omset bengkel berapa dan bengkelnya dimana aja, tempatnya dimana dan lainnya. Kemudian, penghasilannya berapa dalam tiga tahun terakhir,. Dan, itu harus dibuktikan dengan laporan keuangan dari usaha yang dijalankan,"kata Dimyati dalam sambutannya.
Menurutnya, banyaknya alumni PKW LKP Dimy Motor sangat membantu proses verifikasi dalam proses penyelenggaraan PKW Tahun 2025 ini.
Dimyati mengatakan, tujuan program PKW ini sebagaimana harapan pemerintah bahwa peserta harus bisa menjadi usahawan baru di bidang perbengkelan.
"Karena itu, bapak ibu kami hadirkan ke acara pembukaan PKW ini bisa mensupport anak-anaknya yang menjadi peserta pelatihan,"jelasnya.
Menurutnya, dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan bantuan alat perbengkelan senilai sekitar Rp 8 jutaan.Seperti, alat kompresor, scanner dan lainnya.
"Alat-alat ini harus dirawat dengan baik untuk usaha. Pemerintah sudah ngasih kita pancing agar peserta PKW berhasil. Maka, butuh kerjasama semua pihak, termasuk dukungan orang tua,"katanya.
Dimyati menuturkan, LKP Dimy Motor bisa menjadi yang terbaik sebagaimana yang pernah diraih dalam penyelenggaraan PKW yang dilakukan dulu. "Kita berharap, pelatihan keterampilan perbengkelan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Demak, utamanya yang berusia antara 15 hingga 25 tahun,"imbuh dia.
Kepala Dindikbud Pemkab Demak, Haris Wahyudi Ridwan mengatakan, pihaknya mengapresiasi gelaran PKW pada 2025 yang dilaksanakan LKP Dimy Motor.
"Adanya pelatihan ini menjadi penguat dalam pengentasan kemiskinan di Demak. Kita keroyok bareng sehingga angka kemiskinan bisa berkurang. Antara lain, melalui berbagai kegiatan pelatihan yang dijalankan Dinpora, Dinakerin maupun Dindikbud,"katanya.
Dalam pelatihan ini, diharapkan dapat menumbuhkan wirausahawan baru sehingga perekonomian masyarakat terangkat. Program berkelanjutan tersebut memiliki peran penting mengurangi kemiskinan. Karena itu, perlu sinergitas semua pihak.
"Dalam pendidikan sekian bulan ini tentu bisa menjadi sarana yang baik untuk menjadi wirausahawan. Dalam usaha harus bisa melihat peluang. Dengan profesionalisme peserta PKW dapat mewujudkan impian dan berhasil menjadi yang terbaik,"katanya.(hib)
Editor : Tasropi