RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Warga Desa Purwosari, Kecamatan Sayung memprotes aktifitas truk dum pengangkut tanah padas untuk pengurukan jalan tol seksi 1 Semarang-Demak ruas Sayung-Kaligawe.
Protes ini dilakukan lantaran menimbulkan polusi debu dan rusaknya jalan ruas Purwosari-Morosari Bedono.
Sebuah spanduk bernada protes dipasang warga di jembatan Desa Purwosari. Tulisan itu berbunyi, jalan tol kau bangun tapi jalan kami kau rusak#warga terdampak tol.
Selain polusi dan jalan rusak, warga terganggu dengan suara bising truk serta rusaknya paralon air bersih warga yang melintang di jalan.
Perwakilan warga yang juga Ketua RW 3 Desa Purwosari, Munir menyampaikan, warga telah menyampaikan keluhannya soal dampak lalu lalang truk dum sudah lama.
Namun, hingga kini belum ada tindaklanjut penanganan dari pihak terkait yang menangani pembangunan jalan tol.
"Kami minta ada tindaklanjut segera agar warga kami kehidupannya nyaman dengan kondisi yang ada,"jelasnya disela rapat koordinasi bersama di gedung Kantor Kecamatan Sayung, Selasa (5/8/2025).
Senada disampaikan Sekdes Purwosari, Agus Santoso. Menurutnya, pihak desa sering dicurhati warga soal dampak pekerjaan jalan tol.
"Padatnya kendaraan truk dum membuat jalan macet. Jika tidak macet, truk berjalan melebihi kecepatan. Keluar masuk truk membuat bising dan menganggu warga tidur,"katanya.
Dia menambahkan, hampir tiap hari ada fasilitas umum warga yang rusak. Seperti, pecahnya paralon air yang terlindas roda truk.
"Masalah ini sudah kita sampaikan tapi belum ada tanggapan. Lalu, kita adukan ke siapa lagi,"tanya dia.
Camat Sayung, Sukarman mengatakan, adanya keluhan warga itu telah diakomodasi dalam rapat koordinasi di kecamatan.
"Kita fasilitasi pertemuan ini dengan mengundang pihak terkait, termasuk dari satker pembangunan jalan tol Semarang-Demak.
"Kita berharap, keluhan warga bisa diselesaikan secepatnya,"katanya didampingi Kapolsek Sayung AKP Suprapto dan Danramil Sayung Kapten Etok Sulistiyono.
Ardita Elias selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) 2 yang menangani proyek tol Semarang-Demak seksi 1 mengatakan, terkait dampak debu dari truk material akan dilakukan penyiraman jalan secara rutin dengan penambahan unit water tank serta penyaringan truk tanpa terpal.
Soal akses jalan yang rusak akan dilakukan perawatan dan perbaikan secara berkala dengan pengecoran dan timbunan material lime stone.
Sedangkan, terkait kecepatan truk material yang terlalu kencang, akan dilakukan himbauan kepada sopir truk agar berjalan pelan. Juga akan dikeluarkan surat teguran atau sanksi kepada supplier yang bandel.
"Kita juga pasang rambu peringatan disepanjang jalan Purwosari-Morosari per 100 meter sesuai kondisi lapangan,"katanya.
Kemudian, soal kemacetan akibat antrean truk material, pihaknya akan menempatkan petugas dititik krusial.
Selain itu, menggeser posisi load scanner lebih kedalam. Ini agar antrean truk tetap didalam lokasi proyek.
"Kaitannya dengan rambu-rambu yang kurang efektif, maka kami akan lakukan penggantian rambu yang rusak dan hilang,"ujarnya.
Satker jalan tol seksi 1 Semarang-Demak, Simbolon menambahkan, sejumlah masalah yang dikeluhkan warga akan menjadi atensi untuk dicarikan penyelesaiannya.
"Ini menjadi atensi terbesar kami. Sehingga, proyek tol ini tetap bisa selesai April 2027,"jelasnya.(hib)
Editor : Tasropi