RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Banjir rob tinggi kembali terjadi di jalan raya Pantura Sayung Demak pada Rabu (18/6/2025) pagi hingga siang. Akibatnya, arus lalulintas macet hingga 10 kilometer.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang dilapangan, kendaraan dari arah Demak menuju Semarang mengular mulai Desa Batu, Kecamatan Karangtengah sampai batas Sayung-Semarang.
Sebaliknya, kendaraan dari arah Semarang menuju Demak juga mengalami kemacetan hingga Kaligawe.
Banjir rob ini termasuk yang parah. Sebab, banyak kendaraan sepeda motor maupun mobil yang mogok ditengah jalan.
Ketinggian air rob dari sungai 130 cm. Sedangkan, di permukaan jalan raya sekitar 60 cm.
"Karena rob tinggi, maka banyak pekerja atau karyawan pabrik yang harus putar arah karena takut banjir. Banyak mesin motor mogok. Akibat rob tinggi dan curah hujan yang juga tinggi,"ujar Hanif, 45, Satpam sebuah perusahaan di Sayung.
Sigit Rohmanto, 32, warga Karangawen menyampaikan, banjir rob di Sayung membuat aktifitas warga terganggu.
"Motor mogok saat berangkat kerja,"katanya. Ketinggian rob mencapai 60 cm.
Aris, 46, warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam Demak mengatakan, dirinya terjebak banjir rob di depan Polytron. Sedianya, ia hendak ke Semarang antar barang.
"Saya tiap hari lewat sini. Tapi hari ini ternyata robnya tinggi. Motor saya ssampai mogok karena mesinnya terendam air laut. Robnya hari ini cukup dalam,"jelasnya.
Dia berharap, rob bisa segera teratasi.
Kiswanto, 47, warga Pati mengatakan, sepeda motornya ikut macet di jalan setelah terendam banjir rob.
"Macet karena banjir rob tinggi. Gimana solusi pemerintah ini. Banjir rob ini sangat mengganggu aktifitas warga,"jelasnya.
Kades Timbulsloko, Nadhiri mengungkapkan, banjir rob tidak hanya di jalan raya Sayung. Di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung yang dipimpinnya rob naik tinggi.
"Ketinggian rob mencapai 150 cm. Banjir rob masuk rumah warga. "Rumah saya juga tenggelam,"katanya.
Menurutnya, setelah ada istighatsah beberapa waktu lalu, banjir robnya justru meningkat.
"Alhamdulillah berhasil. Rob malah tinggi,"katanya. (hib)
Editor : Tasropi