RADARSEMARANG.ID - Usai kesal diterpa fenomena banjir tahunan yang tak segera berakhir, beberapa warga asal Sayung, Kabupaten Demak.
Menyatakan ingin 'keluar' dari wilayah tersebut, hal ini dilakukan sebagai bentuk pemrotesan yang dilakukan warga terhadap pemerintah setempat.
Dalam beberapa waktu terakhir, banjir di Sayung, Demak memanglah menjadi isu nasional yang cukup ramai diperbincangkan.
Beberapa titik penting wilayah tersebut kerapkali diberitakan berseliweran terendam banjir cukup parah sehingga mengganggu aktivitas warga.
Jalanan juga banyak yang terimbas dengan digenangi oleh aliran banjir yang juga tentunya berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Di wilayah Kadilangu, pada tanggal 10 Mei 2025 bahkan kompleks makam bersejarah juga terendam banjir. Membuat warga serta peziarah kesulitan untuk bergerak
Meskipun begitu, fenomena alam ini merupakan fenomena yang juga terjadi tahunan, karena curah hujan tinggi dan juga kenaikan air di Pantai Utara Jawa.
Dalam video yang beredar di sosial media, seperti di @infotkpdemak dan akun sebagainya, salah satu peserta audiensi menyatakan bahwa siap untuk membawa Sayung hengkang dari Demak.
Kemungkinan sebagai analogi atau perumpamaan yang tepat, peserta tersebut juga menyatakan 'negara' Sayung siap bergabung ke Semarang ataupun dijual.
Ketimbang tidak ada upaya dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan problem banjir yang dirasakan oleh masyarakat Sayung.
" Kalau mungkin negara Sayung ini dianggap sesuatu yang mungkin benalu, atau menanganinya wah bahasa dari beliau-beliau itu" ujar salah satu audiens pembicara tersebut.
Yang kemudian dilanjutkan dengan " Kalau over kapasitas, kami siap jadi warga Semarang atau jual negara Sayung".
Baca Juga: Imbas Banjir Sayung, Jalur Pantura Semarang-Demak Tersendat Panjang
Banyak pula masyarakat Sayung yang berkomentar merasa setuju untuk opini masuk ke Kota Semarang karena infrastruktur yang lebih mumpuni dalam menanggulangi banjir.
Namun banyak juga yang enggan sebab tentunya hal tersebut tidak merubah kondisi, sebab Kota Semarang, khususnya di bagian Pantai Utara juga merasakan banjir Pantura tahunan.
Source: TKP Demak, Info Kejadian Demak (Instagram)
Editor : Baskoro Septiadi