Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lakukan Reka Ulang Adegan Kasus Pengeroyokan Berujung Maut saat Malam Takbiran Idul Fitri

Wahib Pribadi • Senin, 14 April 2025 | 17:42 WIB
Reka ulang kasus pengeroyokan di Desa Bonangrejo Kecamatan Bonang Demak. (Wahibpribadi)
Reka ulang kasus pengeroyokan di Desa Bonangrejo Kecamatan Bonang Demak. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Kejadian pengeroyokan di Dukuh Cempan, Desa Bonangrejo yang mengakibatkan korban meninggal pada malam takbiran Idul Fitri lalu hingga kini masih dalam pengusutan petugas kepolisian.

Untuk memastikan kejadian itu, petugas melakukan reka ulang adegan dilokasi kejadian perkara.

Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menyampaikan, kejadian berawal pada Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 02.30 warga bernama Wanto dan kawan-kawannya dari Dukuh Panjunan RT 4 RW 1 Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang Demak akan mengantar salon takbiran dengan mengendarai Tosa lewat Dukuh Cempan.

Dalam perkembangannya, warga bernama Muna tidak memperbolehkan Wanto dan rombongannya untuk melintas di Dukuh Cempan hingga terjadi keributan.

Berikutnya, pada Minggu ( 30/3/2025) sekitar pukul 21.00 sampai pukul 22.00 rombongan Wanto menunggu permintaan maaf dari Muna.

Namun, ditunggu hingga dini hari, rombongan Muna tidak kunjung datang. Pada akhirnya warga bernama, Ariel, Alpi, Wanto, Hamdan, Kholidin wakil dari Aqil Siraj mendatangi Muna untuk mendesak segera meminta maaf.

Tak disangka, terjadilah penyerangan dari pihak Muna dengan menggunakan kayu dan batu. Mereka melempari rombongan Wanto dan teman-temannya.

Atas kejadian tersebut, maka rombongan Wanto kocar-kacir. Ada dua korban yang masih tertinggal dan langsung dilakukan penganiayaan serta pengeroyokan.

Atas kejadian itu, rombongan pemuda Dukuh Panjunan mendatangi lokasi kejadian dan bermaksud mengambil 2 orang temannya ( Kholidin dan Aqil Siraj ) yang masih di lokasi kejadian.

Tapi, justru diserang dengan menggunakan kayu balok dan lemparan batu hingga akhirnya polisi datang untuk menyekat dua rombongan pemuda serta mengamankan lokasi kejadian.

Adapun, nama korban pengeroyokan adalah Kholidin, 30, warga Dukuh Panjunan Desa Bonangrejo mengalami luka dikepala.

Kemudian, Aqil Siraj, 25, warga Dukuh Panjunan meninggal di lokasi kejadian. Berikutnya, Nurul Huda, 34, warga Dukuh Panjunan menderita luka di kepala.

Korban lainnya, Yuslam, 33, warga Dukuh Panjunan juga mengalami luka di kepala akibat benda tumpul.

Barang bukti (BB) yang diamankan petugas berupa 2 kayu jati ukuran 1 meteran.(hib).

Editor : Tasropi
#korban pengeroyokan #akbp ari cahya nugraha #lokasi kejadian #Kapolres Demak