RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Menjelang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah, Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Pemkab Demak menggelar pasar murah di lapangan Desa Prampelan, Kecamatan Sayung.
Pasar murah ini memberi subsidi antara 30 hingga 35 persen.
Kepala Dindagkop UKM Pemkab Demak,
Iskandar Zulkarnain menyampaikan, pasar murah digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Demak ke-522 dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.
"Ini merupakan rangkaian hari jadi dan Idul Fitri," katanya dalam pembukaan pasar murah.
Menurutnya, pasar murah dilakukan sebagai respon kondisi ekonomi yang banyak dipengaruhi faktor fluktuasi kebutuhan pokok, termasuk menjelang lebaran.
Terjadinya kenaikan harga yang membebani masyarakat salah satunya diatasi dengan menggelar pasar murah.
Dengan demikian, beban masyarakat terhadap kenaikan harga bisa berkurang, utamanya beban warga berpenghasilan rendah.
"Perubahan iklim dan cuaca menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas). Juga akibat banjir rob di wilayah Sayung," ujarmya.
Pasar murah ini disupport stakeholder baik BUMD, BUMN, maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait maupun kalangan ibu-ibu PKK, organisasi wanita maupun dharma wanita.
Ada 38 peserta dengan 51 stan.
"Harga subsidi kepokmas antara 30 hingga 35 persen. Jadi, harga lebih murah dibandingkan di pasaran,"kata Iskandar.
Dia menambahkan, pasar murah diadakan di daerah bencana banjir rob agar masyarakat miskin yang terdampak dapat menikmati harga murah.
"Kita juga ada paket sembako gratis untuk warga kurang mampu. Penerima bantuan diambilkan dari data stunting di Kecamatan Sayung,"ujarnya.
Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, pasar murah ini diadakan sebagai wujud kecintaan pemerintah daerah kepada masyarakat Kecamatan Sayung yang terkena banjir.
"Kita berharap, warga Kecamatan Sayung bisa terbebas dari bencana banjir rob. Pasar murah ini juga sebagai upaya mengatasi kemiskinan,"harap bupati. (hib)
Editor : Tasropi