Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Supriyanto, Dulu Akrab dengan Dunia Premanisme, Kini Sukses Jadi Kades Surodadi Sayung

Wahib Pribadi • Selasa, 18 Maret 2025 | 00:31 WIB
1. Supriyanto, kades Surodadi Sayung 2. Sebagai kades, Supriyanto selalu hadir dalam pengajian desa. (Wahibpribadi)
1. Supriyanto, kades Surodadi Sayung 2. Sebagai kades, Supriyanto selalu hadir dalam pengajian desa. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, Supriyanto atau yang dikenal dengan nama beken Gowang dulu akrab dengan dunia premanisme di Kabupaten Demak.

Boleh dibilang, bila ada keributan, dia kerap ada disitu.

Dengan kondisi demikian, Gowang pun sempat di cap masyarakat sebagai preman.

Supriyanto merasa bahwa waktu itu diakui banyak orang yang tidak suka dengan apa yang dilakukannya lantaran membuat resah lingkungan.

Karena itu, cap preman disematkan untuknya.

"Bahkan, saya dulu dianggap sebagai sampah masyarakat,"ungkapnya.

Sebagai kilas balik, Supriyanto mengakui, bahwa didikan keluarganya saat itu cukup keras.

Ia pun tidak suka bila ada orang yang dengan semena-mena menindas orang lain atau orang kaya yang sok-sokan memamerkan kekayaannya.

"Karena itu, saya dulu sempat dendam bagaimana agar hidup saya tidak ditindas orang lain yang semena-mena,"katanya. Meski memiliki pengalaman dalam dunia premanisme, kini jika mengingat masa lalunya tersebut Supriyanto merasa banyak dosa.

"Kalau ketemu orang yang dulu pernah saya pukuli, rasanya saya ingin menangis. Ya, merasa punya dosa dengan orang itu. Juga, dengan rekan-rekan yang perasaannya pernah saya lukai, baik dengan adu fisik maupun adu mulut, saya juga minta maaf,"ujar dia.

Supriyanto saat bersama warga mengikuti kegiatan pengajian.
Supriyanto saat bersama warga mengikuti kegiatan pengajian.

Menurutnya, meski perbuatannya dulu pernah membuat resah, ia mengaku tidak pernah mencuri atau hal lain yang berurusan dengan hukum.

"Saya sendiri tidak pernah masuk penjara yang bisa menjadi sebab dicabutnya hak saya sebagai warga negara,"katanya.

Karenanya, Supriyanto pun tidak mau terjebak dalam persepsi masyarakat yang mengecap sebagai sampah.

Ia pun bertekad selalu memperbaiki diri dalam menata kehidupannya.

Untuk hijrah dari dunia premanisme, Supriyanto pernah menggalakkan program salat subuh berjamaah di Masjid Baitul Muttaqin. Adapula kultum dan sarapan bareng.

Berikutnya, ia pun mencoba untuk ikut kontestasi pencalonan dalam pemilihan kepala desa (kades) di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung.

"Alhamdulillah, masyarakat memberi kepercayaan kepada saya. Saya diberikan amanah untuk menjadi sesepuh atau kades di Desa Surodadi. Saya dilantik pada 22 November 2022,"katanya saat ditemui di Polsek Sayung dalam giat Ramadan.

Supriyanto selain menjabat kades, ia juga menjadi Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Demak dan Ketua Desa Wisata.

Sebagai kades, ia pun menjadikan Desa Surodadi sebagai desa wisata dengan potensi unggulan wisata hutan mangrove dan pantai arnavat.

Adanya potensi wisata tanah timbul juga dianggap berkah untuk Desa Surodadi. Sebab, munculnya tanah timbul bisa mengurangi dampak banjir rob.

Bila dulu sekitar 900 rumah warga terkena rob. Kini, tinggal puluhan rumah. Dan, kena rob bila ada rob besar.

Supriyanto bersyukur, kehidupannya yang telah berubah telah membawa berkah bagi keluarga dan masyarakatnya.

"Alhamdulillah. Anak-anak saya terdidik semua. Pendidikannya lebih baik dari saya dulu,"jelas dia.

Setelah menjadi kades, ia pun membuat program pengajian atau istighotsah bersama tiap Jumat Wage dan Rabu Pahing.

Program ini menjadi sarana kegiatan keagamaan sehingga terbentuklah Forum Komunikasi Ulama Umara di Desa Surodadi.

"Giat istighotsah di balai desa diikuti sekitar 200 jamaah. Alhamdulillah. Allah memberi banyak rejeki sehingga kita bisa sajikan makanan. Istri saya yang masak dan kemudian kita bagikan untuk makan bareng usai istighotsah,"kata dia.

Untuk generasi muda, ia berpesan agar kehidupan yang dijalani tenang, maka disarankan agar tidak berbuat nakal.

"Kalau hidup ingin tenang, tolong hindari masalah hukum dan hindari rumah sakit,"jelasnya.(hib)

Editor : Tasropi
#kegiatan keagamaan #Supriyanto #Desa Surodadi #Desa Wisata