RADARSEMARANG.ID, DEMAK - Penjamasan pusaka Sunan Kalijaga berupa keris Kiai Carubuk dan Kutang Ontokusumo berlangsung Senin (17/6).
Dua kubu ahli waris Sunan Kalijaga melakukan penjamasan secara bergantian. Ini merupakan dampak konflik internal yang belum selesai.
Pertama penjamasan dijalankan kubu Lembaga Adat Kadilangu (LAK) dan berikutnya dilakukan kubu Kasepuhan Kadilangu.
Baca Juga: Jelang Grebeg Besar, Bupati Demak Lakukan Pisowanan ke Kasepuhan Kadilangu
Bupati Demak dr Eisti'anah bersama Forkopimda turut penjamasan yang dilakukan kubu Kasepuhan Kadilangu.
Rombongan bupati berangkat dari Pendopo kabupaten pukul 10.15 dengan menaiki kereta kencana diiringi dengan rombongan para pejabat di belakangnya.
Iring-iringan bupati disambut meriah oleh masyarakat di sepanjang jalan antara Kiai Singkil menuju Kadilangu.
Rombongan bupati dikawal prajurit patangpuluhan yang juga membawa bokor minyak jamas.
Sesampainya di Makam Sunan Kalijaga, bupati mengikuti ziarah yang disertai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama.
Bupati Eisti'anah mengatakan, tradisi penjamasan terus dipertahankan sebagai upaya nguri-uri kebudayaan warisan para leluhur.
Ia bersama Kasepuhan Kadilangu telah melaksanakan tradisi penjamasan pusaka Sunan Kalijaga.
"Ini sebagai bentuk penghormatan kepada beliau Sunan Kalijaga atas jasa-jasanya dalam melakukan syiar Islam melalui jalan kebudayaan,"ujarnya. (hib)
Editor : Tasropi