RADARSEMARANG.ID, Demak - Penderitaan akibat terdampak banjir hingga kini masih dialami warga di sejumlah desa. Yaitu, Desa Loireng, Sayung, Kalisari, Karangasem, dan Prampelan.
Di Desa Sayung, Kecamatan Sayung misalnya, warga setempat sudah sekitar dua bulan terakhir kampungnya terendam air banjir.
Mustofiah, warga Dukuh Ngepreh, Desa Sayung menuturkan, banjir hingga saat ini belum surut. Menurutnya, sebelumnya ada upaya pemompaan, namun kini tidak ada lagi.
"Kondisi banjir ini cukup mengganggu. Apalagi, mau lebaran malah banjir nggak surut-surut,"katanya. Dia berharap, banjir cepat kering sehingga warga bisa beraktifitas lagi.
"Banjir sudah dua bulan ini. Sempat surut satu minggu. Habis itu, datang lagi lebih tinggi. Mendekati lebaran seperti ini warga resah. Warga berharap pemerintah menyedot dengan pompa,"katanya.
Untuk mengurangi ketinggian air di wilayah Sayung itu, pemkab Demak sebelumnya telah melakukan penyedotan di titik saluran pembuang di Desa Sayung.
Namun, upaya tersebut tidak maksimal sehingga air dari hujan susulan tetap merendam perkampungan warga.
Rob tinggi juga menjadi penyebab sulitnya air rob dibuang ke laut.
Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, air sulit surut lantaran rob tinggi. "Kita upayakan penyedotan supaya bisa surut,"jelasnya. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi