RADARSEMARANG.ID, Demak - Upaya penanganan banjir Demak terus dilakukan Pemerintah Demak dengan perbaikan tanggul yang rusak, pengeringan banjir melalui pompa dan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Kabupaten Demak, wilayah yang masih terdampak banjir adalah Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Sayung, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Karantengah, dan Kecamatan Bonang.
Berkurangnya wilayah terdampak banjir karena curah hujan terus berkurang, serta penempatan pompa di daerah banjir, dan perbaikan tanggul-tanggul yang jebol.
Pemerintah Demak mengerahkan 12 pompa berlokasi di Kelurahan Kalicilik, Kecamatan Kota Demak, Kelurahan Betokan di Kecamatan Demak, dan Perumahan Bakti Praja, Kelurahan Mangunjiwan di Kecamatan Demak Kota.
Sementara itu, berdasarkan rapat penanganan banjir Demak, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Bupati Demak dr Eisti'anah di kantor Bupati Demak, Pemerintah Demak menargetkan pengurangan titik banjir dan melakukan perbaikan jalan yang rusak akibat banjir terutama daerah perbatasan Demak dengan Kudus yang akan dilintasi pemudik saat Lebaran.
Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, pihaknya juga telah mengundang para kepala desa (kades) yang desanya terdampak banjir untuk mengumpulkan data infrastruktur, sawah maupun rumah warga yang rusak. Data-data tersebut diperlukan sebagai dasar untuk pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.
"Kita ajukan semua ke pemerintah pusat. Nanti tinggal mana yang ditangani oleh pemerintah pusat maupun provinsi. Sedangkan, pemkab akan tangani yang belum tercover,baik soal jalan maupun normalisasi sungai,"ujarnya.
Terkait dengan pengamanan jalan raya Pantura Karanganyar pasca banjir dan menjelang arus mudik, Bupati dr Eisti'anah mengatakan, pihaknya bersyukur karena jalan nasional penghubung Jakarta-Surabaya tersebut telah dibuka untuk semua kendaraan baik dari arah Kudus ke Demak atau sebaliknya.
"Kita targetkan arus mudik jalan raya Pantura bisa lancar dan bersih dari sisa-sisa banjir. Sebab, bekas banjir ini memang aspak jalan mengelupas, sampah menumpuk dan lumpur yang mengendap juga lebih tebal dari banjir yang pertama,"katanya.
Untuk mempercepat pengeringan jalan dan rumah warga, pompa-pompa besar dikerahkan dengan sistem pembuangan air lewat gorong-gorong sehingga dinilai lebih efektif.
Kondisi terparah dalam banjir ini adalah Puskesmas Karanganyar, Kantor MWC NU Karanganyar, SMAN 1 Karanganyar, Koramil Karanganyar dan KUA Karanganyar.
"Setelah kondisi kering semua, kita lakukan pembersihan lingkungan seperti yang pernah kita lakukan saat banjir yang pertama,"katanya. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi