RADARSEMARANG.ID, Demak - Pendopo Kabupaten Demak dikepung banjir. Air semakin tinggi menyebabkan sejumlah warga dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Ini terjadi akibat meluapnya Sungai Tuntang Lama serta Sungai Kalijajar.
Banjir hingga kini masih merendam jalan-jalan protokol.
Yaitu, Jalan Sultan Fatah, Jalan Kiai Singkil, Jalan Bhayangkara, Jalan Pemuda, Jalan Kiai Jebat, Jalan Kiai Turmudzi, kawasan Pecinan, Jalan Denak-Kudus, Alun-Alun Simpang Enam, Masjid Agung Demak dan Kampung Kauman Kota Demak.
Akibat banjir yang semakin meluas di wilayah Kota Demak ini membuat layanan publik lumpuh. Perkantoran sepi. Ini lantaran para pegawai sulit masuk ke Pendopo akibat dikepung banjir.
Ketinggian air mencapai 60 cm lebih. Kendaraan yang nekat menerjang ketinggian air langsung mlepek atau ngadat.
Sementara, akibat banjir ini, warga diungsikan di gedung Wisma Halim.
Bupati Demak dr Eisti'anah sempat meninjau langsung tempat pengungsian dan meninjau lokasi banjir di kawasan Kota Demak tersebut.
"Kita dari Pemkab Demak berupaya agar banjir ini cepat surut. Termasuk banjir yang ada di Kota Demak ini,"ujarnya.
Seperti diketahui, banjir di Kota Demak terjadi akibat meluapnya Sungai Kalijajar dan Sungai Tuntang Lama.
Sedangkan, banjir di Karanganyar akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan di Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar dan Sungai Lusi di Desa Merak, Kecamatan Dempet. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi