RADARSEMARANG.ID, Demak - Banjir bandang turut menyebabkan Kota Demak terendam banjir. Ini setelah Sungai Kalijajar meluap.
Akibatnya, akses jalan masuk kota ditutup total. Alun-Alun Simpang Enam Demak kebanjiran.
Air juga membanjiri Masjid Agung Demak dan kawasan wisata religi lainnya.
Kampung Kauman di belakang masjid terendam banjir antara 50 hingga 60 cm.
Rumah Tahanan (Rutan), kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak juga terendam air.
Titik banjir lainnya adalah kawasan Pendopo Kabupaten di Jalan Kiai Singkil.
Juga jalan Bhayangkara, Jalan Pemuda, Jalan Sultan Fatah depan kantor PCNU Demak, kawasan Pecinan, kawasan terminal Tembiring, jalan Jogoloyo RSI NU Demak, Jalan Sampangan, Jalan Demak-Kudus, Jalan Betengan, Jalan Sunan Kalijaga atau Jalan Demak-Godong.
Banjir akibat limpasan Sungai Kalijajar juga dirasakan masyarakat di wilayah Kelurahan Bintoro, Kelurahan Betokan, Kelurahan Mangunjiwan Kota Demak.
Banjir juga merendam perumahan Nusa Indah 2 Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam. Untuk membendung aliran air, warga bekerja bakti meninggikan akses jalan dengan tumpukan karung berisi pasir.
Humas Masjid Agung Demak, KH Abdullah Mahali menyampaikan, banjir yang merendam kawasan Masjid Agung Demak diatasi dengan memasang dua mesin penyedot air.
"Yang di depan masjid ada dua mesin pompa. Kita sedot air yang ada di halaman masjid lalu dibuang keluar pagar,"jelasnya.
Terpisah, jalan raya Pantura Karanganyar Demak hingga kini masih terendam banjir. Alses kendaraan baik dari Demak ke Kudus dan sebaliknya ditutup. Arus lalulintas dialihkan lewat Jepara.
Kasatlantas Polres Demak AKP Lingga Ramadani mengatakan, penutupan akses jalan dilakukan lantaran ketinggian air mencapai 1 meter lebih.
"Sementara arus lalulintas masih kita alihkan melalui Jepara,"katanya. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi