Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tinjau Lokasi Pengungsian, Ingatkan Penyakit Diare Pasca Banjir Karanganyar

Wahib Pribadi • Jumat, 23 Februari 2024 | 19:16 WIB
Kepala BKKBN Jateng dr Hasto Wardoyo bersama Bupati Demak dr Eistianah menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir di pengungsian Masjid Rodhwanur Rohman Wonorejo Karanganyar. (Wahibpribadi)
Kepala BKKBN Jateng dr Hasto Wardoyo bersama Bupati Demak dr Eistianah menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir di pengungsian Masjid Rodhwanur Rohman Wonorejo Karanganyar. (Wahibpribadi)

RADARSEMARANG.ID, Demak - Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jateng, dr Hasto Wardoyo mengingatkan bahaya penyakit bawaan pasca banjir di Kecamatan Karanganyar.

Seperti, penyakit diare, batuk, pilek dan lainnya. Hal ini disampaikannya saat acara promosi dan KIE program bangga kencana dan penyerahan bantuan korban banjir di Masjid Jami' Ridhwanur Rohman, Desa Wonorejo, kemarin.

Menurutnya, penyakit-penyakit tersebut biasanya sangat mudah menjangkiti masyarakat yang lingkungannya habis terdampak bencana seperti banjir tersebut.

"Disinilah pentingnya pihak terkait, termasuk masyarakat korban banjir agar memperhatikan betul kesehatan lingkungan masing-masing,"katanya.

Penyakit diare, kata Hasto, akan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan anak-anak. Bahkan, balita yang kena diare juga bisa menimbulkan stunting. Sebab, kesehatan tubuhnya terganggu sehingga sulit menerima asupan makanan.

"Kalau sudah begini akan mempengaruhi berat dan tinggi badan balita ini. Apalagi, jika tiga bulan berturut-turut tidak tambah. Pertumbuhannya menjadi tidak maksimal dan rawan terkena stunting. Karena itu, perlu perhatian bersama,"ujarnya.

Menurutnya, salah satu pemicu munculnya penyakit pasca banjir adalah banyak jamban atau tempat buang hajat atau BAB yang rusak sehingga kotoran manusia ikut menyebar dilingkungan sekitar. Kondisi ini, rawan timbul bakteri sehingga memunculkan penyakit diare dan sejenisnya.

"Untuk itu, selain balita, ibu hamil juga harus menjadi perhatian. Meski dalam keadaan banjir, tapi tetap bisa menyusui anaknya dengan air susu ibu (ASI),"katanya. Saat ke pengungsian ini, Hasto Wardoyo juga memberikan bantuan untuk korban banjir.

Bupati Demak dr Eisti'anah menyampaikan, banjir yang terjadi di Kecamatan Karanganyar merupakan bencana terbesar dalan kurun waktu 20 tahun terakhir. "Dampaknya luar biasa bagi masyarakat. Sebab, sekitar 27 ribu warga menjadi korban. Rumah tenggelam dan harta benda ludes,"katanya.

Saat ini, kata bupati, yang menjadi perhatian adalah kesehatan lingkungan masyarakat pasca banjir.

"Kita berterimakasih karena BKKBN turut memberikan perhatian dan bantuan bagi warga kami yang terkena banjir,"jelas bupati. (hib/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #BKKBN #demak banjir