RADARSEMARANG.ID, Demak - Warga yang mengungsi akibat banjir di wilayah Kecamatan Karanganyar Demak kondisinya masih memprihatinkan.
Ini seperti yang dialami pengungsindi Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar.
Warga yang mengungsi di tenda darurat posko banjir di tepi jalan raya Pantura ini berharap banjir cepat surut sehingga mereka bisa kembali ke rumah masing-masing.
Mereka juga menyampaikan, bahwa warga kampung tersebut belum bisa memberikan hak pilihnya lantaran Desa Wonoketingal termasuk desa yang masa pencoblosannya ditunda atau masuk susulan.
Subiyanti, warga RT 1 RW 7 Desa Wonoketingal mengatakan, warga sudah seminggu berada di pengungsian.
"Kita belum nyoblos . Nggak tahu kapan desa kami coblosan. Infonya, desa yang kebanjiran ditunda coblosannya,"kata dia saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di lokasi pengungsian.
Subiyanti menambahkan, jika dalam kondisi normal, seharusnya warga sudah bisa mencoblos di TPS sekitar rumah. Yaitu, di RT 1. "Tapi, karena banjir masih di atas lutut, akhirnya pemilu di desa kami ditunda,"katanya.
Seperti diketahui, sejumlah desa, pemilunya terpaksa ditunda atau susulan. Ini karena tidak memungkinkan melaksanakan pemilu lantaran banjir.
Awalnya ada 9 desa yang ditunda. Yaitu, Desa Wonoketingal, Cangkring Rembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplik Wetan, Wonorejo, Karanganyar, dan Ketanjung.
Dari 9 desa ini, terdapat 108 TPS dengan 26.351 DPT. Belakangan bertambah 1 desa yang ditunda. Yakni, Desa Jatirejo ada 6 TPS dengan 1.318 DPT.
Karena itu, desa yang menunda coblosan total ada 10 desa dengan 114 TPS serta 27.669 DPT.
Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati mengatakan, penundaan pemilu di 10 desa tersebut dilakukan karena kondisi darurat banjir.
"Coblosan susulan rencananya kita lakukan 10 hari setelah pemungutan suara hari ini,"katanya. (hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi