Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Banyak Desa yang Terdampak Banjir Demak, Sepuluh Tanggul Jebol Belum Tertangani, Arus Air Sangat Deras

Wahib Pribadi • Sabtu, 10 Februari 2024 | 16:23 WIB
Petugas gabungan mengeavakuasi warga dengan getek pohon pisang dan kendaraan taktis di jalan Pantura Karanganyar yang masih terendam air
Petugas gabungan mengeavakuasi warga dengan getek pohon pisang dan kendaraan taktis di jalan Pantura Karanganyar yang masih terendam air

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Banjir yang melanda Kabupaten Demak hingga kemarin masih merendam jalan raya Pantura Karanganyar perbatasan Demak dan Kudus.

Ini karena tanggul Sungai Wulan yang jebol dua titik belum bisa tertangani petugas. Penanganan tanggul menunggu air sungai surut. Kendaraan yang terjebak banjir, hingga kini masih belum bisa dievakuasi.

Seperti diketahui, tanggul jebol Sungai Wulan melengkapi jebolnya beberapa tanggul sungai lainnya yang berbeda lokasi.

Baca Juga: Alumni SMAN 1 Demak Tahun 1988 & Komunitas Jip Kalijaga Salurkan Bantuan Korban Banjir di Kabupaten Demak

Hingga kemarin ada 10 titik tanggul jebol. Bupati Demak dr Eisti'anah merasa berat menangani tanggul-tanggul sungai yang jebol itu.

Karena itu, Pemkab Demak berharap ada bantuan penanganan tanggul jebol dari pemerintah pusat.

"Terus terang. Kalau ditangani daerah semua tidak mampu. Harus ada penanganan dari pusat,"ujar bupati. Bupati menegaskan, bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi sangat berarti dalam penanggulangan bencana banjir di Demak.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Nugroho menyampaikan, banjir bandang di Demak, termasuk yang menenggelamkan jalan Pantura Demak timur dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Demak sejak 5 Februari 2024 lalu.

"Intensitas hujan sangat tinggi di wilayah hulu atau selatan Demak. Akibatnya, beberapa tanggul sungai tidak mampu menahan atau menampung derasnya aliran air. Sejumlah tanggul sungai pun jebol seperti tanggul Sungai Wulan,"katanya.

Menurutnya, hingga kemarin, data BPBD mencatat ada 32 desa di 7 kecamatan yang terdampak banjir.

Sebanyak 17.264 kepala keluarga (KK) atau 66.965 jiwa yang menjadi korban banjir.

Sedangkan, 10.285 jiwa mengungsi. Kemudian, ada 951 hektare sawah terendam, 1 sarana ibadah dan 6 sarana pendidikan.

"Data-data masih terus bergerak karena proses pendataan tiap hari,"kata Agus.

Truk tronton nekat lewat jalan yang kebanjiran setelah terjebak banjir. (Wahibpribadi)
Truk tronton nekat lewat jalan yang kebanjiran setelah terjebak banjir. (Wahibpribadi)

Agus menambahkan, saat ini, korban banjir sangat membutuhkan logistik atau makanan cepat saji.

"Pendirian dapur umum juga dilakukan di sejumlah lokasi banjir yang ada pengungsinya. Butuh pula, obat-obatan, selimut, baju layak pakai, pempers dan pembalut, karung, bambu dan alat berat,"katanya.

Untuk mengevakuasi pengungsi, petugas BPBD dibantu pihak Polres dan Kodim 0716 Demak menyisir lokasi yang airnya tinggi.

Sebab, warga banyak mengungsi di gedung sekolah yang bertingkat, rumah bertingkat maupun yang mengungsi di atap rumah.

Malam pertama pengungsian, warga terpaksa tidak bisa menikmati aliran listrik. Listri dipadamkan sementara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan di lokasi banjir.

"Kita terus koordinasi dengan BPBD daerah sekitar untuk evakuasi warga. Yaitu, BPBD Kudus, Salatiga, Jepara, Grobogan, Rembang, Kota Semarang, Solo Raya, Basarnas Jepara, Polres Kudus, Kodim dan lainnya,"ujar Agus.

Saat ini, kata dia, difokuskan mengevakuasi warga korban banjir. Tercatat ada 17 lokasi pengungsian yang menjadi sasaran untuk penempatan warga yang di evakuasi.

"Kita sediakan stok logistik di lokasi-lokasi pengungsian tersebut,"katanya.

Salah satu pengungsi, Antok, 35, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar mengatakan, banjir tiba-tiba datang sehingga dirinya tidak sempat menyelematkan harta benda miliknya.

"Air tiba-tiba datang dan cepat meninggi. Akibatnya, bawang merah dan padi hasil panen saya ludes tenggelam. Yang penting nyawa masih selamat,"ujarnya kemarin. Menurutnya, banyak warga yang saat banjir tidak bisa mengevakuasi hartanya. "Sekarwag juga masih banyak warga yang belum dievakuasi,"katanya. (hib)

 

DATA INFOGRAFIS:

Daftar Tanggul Jebol:
1. Tanggul kanan dan kiri Dukuh Mangun, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen
2. Tanggul kanan Sungai Cabean, Dukuh Ngemplik, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen
3. Tanggul Sungai Tuntang sebelah kanan Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung
4. Tanggul Sungai Tuntang sebelah kanan Desa Kalianyar dan Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam
5. Tanggul Sungai Jratun Desa Tambirejo, Kecamatan Gajah
6. Tanggul Sungai tersier di Dukuh Dampak Luwuk, Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet
7. Tanggul Sungai Wulan lambung kiri Dukuh Norowito, Desa Ketanjung jebol 2 titik
8. Tanggul tersier kiri Desa Merak, Kecamatan Dempet
9. Tanggul tersier kiri Desa Wilalung, Kecamatan Gajah
10. Tanggul tersier Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar


Desa Terdampak Banjir:
1. Kecamatan Karanganyar: Desa Ketanjung, Undaan Lor, Undaa Kidul, Karanganyar, Ngemplik Wetan, Kedungwaru Kidul, Kedungwaru Lor.
2. Kecamatan Gajah: Desa Tambirejo, Medini, Sambung, Wilalung, Tanjunganyar
3. Kecamatan Dempet: Desa Sidomulyo, Gempoldenok, Kebonsari, Balerejo, Kedungori, Kuwu, Kramat, Harjowinangun
4. Kecamatan Kebonagung: Desa Pilangwetan, Kebonagung
5. Kecamatan Karangawen: Desa Rejosari, Sidorejo
6. Kecamatan Karangtengah: Desa Batu, Ploso
7. Kecamatan Wonosalam: Desa Kalianyar, Doreng, Tlogodowo, Lempuyang, Karangrowo
8. Tlogorejo


Warga korban banjir:
1. Ada di 32 desa di 7 kecamatan
2. Sebanyak 17.264 kepala keluarga (KK) atau 66.965 jiwa yang menjadi korban banjir.
3. 10.285 jiwa mengungsi.
4. Ada 951 hektare sawah terendam
5. 1 sarana ibadah
6. 6 sarana pendidikan
Titik lokasi pengungsian:
1. Masjid Al Ikhlas RT 1 RW 5, Dukuh Cabean Kidul, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen (6 jiwa)
2. Desa Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam 10 jiwa di balai desa, 60 jiwa di Musala Ak Furqon, 30 jiwa di Musala Al Ikhlas dan masjid 30 jiwa
3. MTs Karangrowo Wonosalam 15 jiwa
4. Balai Desa Kedungwaru Lor Karanganyar 4.500 jiwa
5. Balai Desa Ketanjung Karanganyar 950 jiwa
6. Balai Desa Undaan Kidul Karanganyar 2.569 jiwa
7. Jembatan Tanggul Angin 97 jiwa
8. Terminal Jati Kudus 48 jiwa
9. Masjid Kedungwaru Kidul 400 jiwa
10. Madrasah Kedungwaru Kidul 400 jiwa
11. SD Undaan Lor 1.200 jiwa
12. Rumah Hj Nursiati 500 jiwa
13. Toko Bangunan Menit Jaya 240 jiwa
14. Madrasah Mazraatul Huda Wonorejo 30 jiwa

Editor : Tasropi
#jalan Pantura Demak #sarana pendidikan #Pemkab Demak #TANGGUL JEBOL #terdampak banjir