RADARSEMARANG.ID, Demak - Kasus penganiayaan suami terhadap istri terjadi di Desa Jamus, Kecamatan Mranggen. Akibatnya, istri tewas setelah dipukul palu oleh suaminya.
Korban bernama Emy Octawati, 31. Sedangkan, pelaku yang juga suami korban, adalah Slamet Singgih, 32.
Baca Juga: Ngeri! Sakit Hati Ditinggal Nikah, Pria di Demak Tega Bacok Pujaan Hati Pakai Kampak
Kini, pelaku diamankan Satreskrim Polres Demak. Saat dimintai keterangan di Mapolres Demak, Singgih mengakui telah memukul kepala istrinya dengan palu.
"Seingat saya, kepalanya saya pukul tiga kali dengan palu," katanya.
Usai dipukul itu, korban langsung terkapar dan kemudian ditolong orang tuanya untuk dilarikan ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen.
Lantaran luka berat di bagian kepala, korban akhirnya meninggal.
Baca Juga: Pilkades Serentak 54 Desa di Demak, 20 Petahana Terpilih Lagi, 17 Petahana Gagal
"Saya emosi. Sebelumnya sudah cekcok tentang banyak hal. Terutama masalah ekonomi keluarga. Saya bekerja sebagai tukang ojek online (ojol). Istri saya kalau dikasih uang sedikit langsung ngomel-ngomel," ungkapnya.
Singgih mengatakan, terakhir kejadian saat ia pulang kerja malam sekitar pukul 24.00 WIB.
"Saat itu, TV dan anak tidak ada di rumah. Tidak tahu dibawa ke mana. Istri saya tanyai tidak menjawab," katanya.
Pagi harinya, Kamis (9/11) sekitar pukul 07.30 WIB, pelaku mencoba menanyai istrinya lagi. Namun, istri hanya diam.
"Saya tanyai tidak jawab. Dengan refleks, saya pukul kepalanya dengan palu," kata Singgih.
Baca Juga: Terekam CCTV, Perampokan Uang Rp 86 Juta di Xenia yang Parkir di RM Cipto Roso Wonosalam Demak
Usai kejadian itu, Singgih mengaku masih tetap di rumahnya. Sedangkan, korban ditolong orang tuanya.
"Setelah saya pukul, istri ditolong mertua saya dan adik istri saya," ujar dia.
Pelaku mengatakan, yang kerap membuatnya emosi saat masalah lama diungkit-ungkit kembali oleh istrinya.
"Kerap ungkit masalah. Akhirnya sering cekcok, banyak hal. Ya ekonomi," katanya. Singgih dan istri sudah menikah 7 tahun dengan dikaruniai dua anak.
Baca Juga: Pilkades di Demak Ricuh, Pendukung Calon Kades Saling Lempar Batu, Begini Kronologinya
"Waktu saya pukul, saya dalam keadaan sadar. Emosi sesaat. Kalau istri saya tanya dia bilang gak tahu-gak tahu. Masalah yang lama kerap diungkit. Padahal, masalah sepele," kilahnya. Saat ditanya soal kabar apakah ada wanita lain?. "Nggak," jawab Singgih.
Tetangga korban, Galih Purnomo sempat mendengar teriakan dan suara benda terbentur sesuatu dari dalam rumah pasangan suami istri tersebut.
"Saya dengar suara teriakan “tulung ojo dipateni”," ujarnya.
Saat menjenguk ke rumah tetangganya itu, ia melihat pelaku masih bawa palu dengan bekas pukulan.
Menurutnya, pelaku sempat mencoba kabur dengan naik motor. Namun, berhasil digagalkan para tetangga korban yang mulai berdatangan.
Baca Juga: Diduga Ngebut, Dua Mahasiswa di Semarang Tewas Tabrak Pohon
Kapolsek Mranggen AKP Margono mengatakan, pelaku telah dibawa tim reskrim ke Mapolres Demak.
"Sudah dibawa ke Polres Demak di Unit PPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak)," ujarnya.
Di Polres Demak, pelaku dimintai keterangan petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Editor : Baskoro Septiadi