RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ali Fatkhur Rohman harus dilarikan ke rumah sakit. Guru Madrasah Aliyah (MA) Yasua, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak ini terluka parah akibat dibacok muridnya sendiri.
Pelaku berinisial MAR melakukan aksinya di dalam kelas saat berlangsung ujian penilaian tengah semester (PTS) Senin (25/9) sekitar pukul 09.30 WIB.
Akibat pembacokan ini, korban dilarikan ke RS Getas Pendowo, Gubug, Purwodadi yang kemudian dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang.
Korban mengalami luka serius di bagian leher belakang dengan kedalaman luka sekitar 10 cm. Sedangkan, pelaku melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas Polres Demak.
Informasi yang dihimpun, diduga pelaku sering tidak masuk sekolah dan sering tidak melaksanakan tugas sekolah yang berikan oleh guru.
Karena itu pula, dimungkinkan ia mendapatkan nasehat gurunya namun tidak terima sehingga melakukan pembacokan tersebut.
Kejadian pembacokan bermula ketika korban, Ali Fatkhur Rohman sedang melaksanakan kegiatan pengawasan dan membagikan soal ulangan tengah semester di kelas XII IPS. Saat itulah, tiba-tiba MAR datang ke ruangan kelas XII IPS tempat korban berada.
Setelah mengucapkan salam, pelaku terus mengeluarkan sebilah sabit dari belakang pinggangnya kemudian mengarahkan sabit tersebut ke arah korban. Senjata tajam (sajam) itu mengenai bagian leher sebelah kanan dan lengan sebelah kiri.
Pelaku kemudian lari keluar kelas dan melemparkan sabit ke lapangan depan sekolah. Pelaku lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor ke luar sekolah menuju jalan raya Semarang-Purwodadi.
Saat hendak lari, posisi sepeda motor masih dalam kondisi menyala sehingga pelaku langsung tancap gas lari dari lokasi.
Akibat kejadian ini, dua guru dan lima siswa juga sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
"Untuk pelaku masih dalam pengejaran karena pelaku kabur melarikan diri. Semoga tertangkap secepatnya," ujar Ps SPKT Polsek Kebonagung Aipda Joko Prayitno.
Kepala MA Yasua Masrukin mengatakan, kejadian pembacokan tersebut membuat para guru dan siswa langsung shock. Bahkan, ada guru dan siswa yang pingsan.
"Pelaku memang sering mbolos sekolah sehingga guru kesulitan memberi nilai. Karena itu, pelaku diharuskan menyelesaikan tugas sekolahnya tersebut," katanya.
Kepala Kemenag Demak Afief Mundzir mengatakan, pihaknya merasa prihatin dengan kejadian siswa bacok guru tersebut.
"Kita sedang koordinasikan masalah ini. Untuk sementara sekolah diliburkan dulu karena masih dalam kondisi trauma," katanya.
Menurutnya, Kemenag akan memberikan terapi healing agar kondisi kembali normal. "Untuk kasusnya kita serahkan ke kepolisian untuk penanganan secara hukum," ujarnya saat meninjau lokasi kejadian. (hib/ton)
Editor : Baskoro Septiadi