Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (13/11) pukul 08.10, kendaraan yang dari arah Demak menuju Sayung dari gerbang tol Kadilangu terlihat ramai lancar.
Dua petugas pengawas jalan tol disiagakan mengatur arah masuknya mobil pribadi roda empat menuju gerbang tol yang kini masih dalam proses penyelesaian tersebut.
Di gerbang tol, hanya satu pintu yang dipakai masuk kendaraan. Lainnya masih digunakan untuk pengerjaan gerbang tol.
Masih banyak peralatan kerja dan material. Karena itu, jalan masuk gerbang tol hingga setelah gerbang dipasang pembatas.
Jalan tol hanya cukup dilewati satu kendaraan yang searah dari Demak ke Sayung. Itupun sebagian masih menggunakan lajur kanan sampai wilayah Wonosalam, yang selanjutnya pakai lajur kiri sampai Sayung.
Selama perjalanan menggunakan kendaraan roda empat, Jawa Pos Radar Semarang mencoba dengan kecepatan 80 km per jam. Sampai exit tol Sayung hanya sekitar 20 menit.
Permukaan konstruksi jalan tol Demak-Sayung termasuk enak untuk laju kendaraan. Nyaris tidak ada gelombang, sehingga terasa nyaman saat kendaraan dipacu dengan kecepatan tinggi.
Sepanjang perjalanan Demak-Sayung suasana kanan kiri jalan pengendara bisa menikmati hamparan lahan persawahan dengan banyaknya burung blekok putih beterbangan dan hinggap di persawahan.
Sesampainya di Sayung, tampak hamparan lahan yang terendam rob hingga mirip kolam besar.
Sampai di gerbang tol atau exit tol Sidogemah Sayung. Perjalanan lancar hingga batas Sayung Kaligawe, Semarang.
Sore hari, Jawa Pos Radar Semarang kembali mencoba ruas arah dari Semarang ke Demak lewat gerbang tol Sayung. Juga lewat jalan tol yang sama. Yaitu, pakai sisi kanan jalan tol hingga Wonosalam.
Pemakaian satu lajur yang sama baik dari Demak ke Semarang maupun dari Semarang ke Demak lantaran di beberapa titik masih ada penyempurnaan pekerjaan.
Misalnya, pemasangan batas jalan, penataan sisi sisi jalan tol termasuk pemasangan rambu yang kurang dan lainnya.
Namun, dari itu semua, pekerjaan yang belum tuntas adalah tinggal penyelesaian gerbang tol Kadilangu.
Pada sore hari jelang keluar exit tol Kadilangu, kendaraan mengalami kemacetan cukup panjang. Ini karena arus kendaraan tidak bisa langsung keluar secara lancar.
Selain masih adanya pengerjaan gerbang tol Kadilangu, juga kendaraan tersendat di tikungan ujung jalan tol bagian exit yang menghubungkan dengan jalur lingkar selatan Pantura Demak.
Kendaraan yang hendak ke Kudus harus memutar di penggalan jalan wilayah Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam.
Akibat kendaraan keluar tol dari arah Semarang ini, mobil dari arah Kudus yang hendak lurus ke jalur Pantura Demak macet panjang.
Widodo, Sopir layanan travel Pati-Semarang itu, mengaku menghemat waktu dengan dibukanya tol sebagai jalur alternatif.
"Kalau mau ke Semarang pusing, macet bikin capek. Kalau tadi lewat sini lancar enak dan aman. Biasanya bisa sampai tiga jam lebih. Kalau ini bisa mengurangi satu jam. Rutenya bagus, kualitas jalan aman, terus pemandangannya unik ya bisa lihat rawa-rawa," ucapnya. (hib/ida/aro) Editor : Agus AP