Meski demikian, harus segera ada kejelasan terkait penyediaan tanah pengganti (hibah) dari Pemkab Demak untuk asrama haji tersebut. Sebab, tanah wakaf seluas 11 hektare milik Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) yang sedianya digunakan untuk asrama ini berada dibawah naungan Kemenag Demak.
"Untuk memastikan kesiapan daerah (Pemkab Demak) terkait pembangunan asrama haji ini, maka kita dari Komisi VIII segera melakukan kunjungan kerja spesifik ke Jateng, termasuk melihat kesiapan di Demak tersebut," katanya saat berbincang dengan Wakil Ketua DPRD Demak dari Fraksi PKB, Zayinul Fata di Jakarta kemarin.
Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata menyambut baik apa yang disampaikan Komisi VIII tersebut. "Jadi, memang harus segara ada kejelasan mengenai hibah tanah kaitannya pembangunan asrama haji ini," katanya.
Sebab, tidak hanya Demak saja yang berkeinginan ada asrama haji. Namun, daerah lain, seperti Kendal dan Kabupaten Semarang juga tertarik untuk asrama haji.
Menurutnya, bila asrama haji terealisasi, maka akan menjadi ikon Demak sebagai kota wisata religi. "Juga bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat. Bupati Demak harus bisa ambil momentum ini," ujarnya.
Apalagi, Demak dari sisi infrastruktur makin memadai dengan adanya jalan tol Semarang-Demak.
Kepala Kanwil Kemenag Jateng, H Mustain menyampaikan, pihaknya juga mengaku senang jika Demak mau menjadi lokasi pembangunan asrama haji. Sebab, asrama haji di Boyolali tidak bisa direhab karena tidak milik kemenag."Yang terpenting adalah daerah harus bisa menyiapkan lahan minimal 10 hektare," katanya.
Jika Demak mau ada asrama haji, maka tanah BKM seluas 11 hektare bisa digunakan. Hanya saja, kata dia, pemkab harus ada tanah pengganti yang dihibahkan ke kemenag. "Kalau Demak mau kita dorong," katanya.
Bupati Demak, Eistianah mengatakan, pemkab pun menyambut baik rencana pembangunan asrama haji ini. "Bahkan, kita sebetulnya sudah siapkan lahan seluas 10 hektare di Desa Gemulak, Kecamatan Sayung. Tapi, kemenag sepertinya belum bersedia," ujarnya.
Tanah di Gemulak selain kena rob juga dinilai tidak produktif. "Kemenag inginnya tanah pengganti yang subur (produktif)," katanya. (hib/bas) Editor : Agus AP