Kepala Desa Wedung Jamaludin Malik mengatakan, keberadaan makam Auliya tersebut dapat di uri-uri atau dilestarikan. Sehingga desa tetap aman, guyub, rukun dan sejahtera. “Kalau kita mau nguri uri makam para waliyullah, Insya Allah mulyo lan slamet dijauhkan dari sambikolo (bencana),” ujarnya.
Kiai Sodikin menambahkan, Syekh Abdul Ghoni merupakan ulama’ dari Gresik, Jawa Timur. Dalam perkembangannya, ia melakukan perjalanan spiritual hingga ke bumi Demak Bintoro. “Beliau (Syekh Abdul Ghoni) ini juga ikut membangun Masjid Agung Demak bersama saudaranya, Pangeran Mekah dan para Waliyullah yang lain,” tambahnya.
Dalam silsilahnya, Syekh Abdul Ghoni atau Syekh Abdul Rozak masih keturunan Syekh Jumadil Kubro. Kemudian, nyambung hingga Syekh Mahmudin Kubro dan naik lagi hingga Syekh Zainul Kubro dan Syekh Zainul Alim, Syekh Zainul Abid, Sayyidina Husein, Sayyidina Ali, Fatimah Kubro hingga Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Selain Syekh Abdul Ghoni, wilayah Kecamatan Wedung diakui terdapat sejumlah maka Waliyullah. Di Desa Mutih Kulon misalnya, ada makam sepuh, Syekh Bur Watu. Ada pula, di Dukuh Onggojoyo, Desa Wedung ada makam Sayid Husen, di Desa Jungpasir juga ada makam wali kutub, Syekh Abdullah Sulaiman dan lainnya. “Hormatilah para sesepuh wali bumi Demak ini. Mereka adalah punden atau termasuk paku bumine Demak,” tambahnya. (hib/fth) Editor : Agus AP